Bengkulu – DPD Partai Golkar Kota Bengkulu resmi menutup pendaftaran bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bengkulu periode 2025–2030 dengan hanya satu nama yang mendaftar, yakni Mardensi. Situasi ini menandai babak baru konsolidasi internal partai di tengah dinamika yang sebelumnya mewarnai jelang Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI.
Pendaftaran bakal calon dibuka Jumat (24/4/2026) di Kantor DPD Golkar Kota Bengkulu sebagai rangkaian Musda yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (25/4/2026). Steering Committee Musda, Ahmad Jaingat Sijabat, menyebut hingga penutupan pukul 17.00 WIB hanya satu kandidat yang resmi menyerahkan berkas pencalonan.
“Hari ini kita resmi membuka pendaftaran bakal calon ketua. Hingga penutupan, hanya satu bakal calon yang mendaftar dan telah menyerahkan berkas kepada panitia,” kata Jaingat.
Mardensi mendaftarkan diri sekitar pukul 15.15 WIB didampingi sejumlah ketua kecamatan. Setelah pendaftaran ditutup, panitia langsung memasuki tahap verifikasi untuk memastikan seluruh persyaratan administrasi dan dukungan telah terpenuhi.
“Kami akan melakukan verifikasi terlebih dahulu untuk memastikan apakah seluruh persyaratan telah terpenuhi atau masih ada yang perlu dilengkapi,” ujar Jaingat.
Munculnya calon tunggal dalam Musda kali ini menjadi sorotan, mengingat sebelumnya dinamika internal Golkar Kota Bengkulu sempat memanas menyusul polemik penunjukan pelaksana tugas ketua DPD dan aksi protes sejumlah kader di tingkat provinsi.
Namun dengan pendaftaran yang hanya diikuti satu kandidat, Musda kini dipandang menjadi momentum konsolidasi baru bagi partai, sekaligus penentuan arah kepemimpinan lima tahun ke depan.
Mardensi sendiri sebelumnya menjadi salah satu nama yang mencuat dalam tarik-menarik politik internal Golkar Kota Bengkulu. Kini, posisinya sebagai satu-satunya pendaftar dinilai mengubah peta kontestasi yang sebelumnya diperkirakan berlangsung terbuka.
Salah satu kader Golkar yang hadir, Yudi Darmawansyah, menyebut pelaksanaan Musda kali ini diharapkan menjadi ruang rekonsiliasi setelah dinamika yang sempat terjadi di internal partai.
“Kami berharap Musda ini menjadi momentum demokrasi partai berjalan baik dan konsolidasi benar-benar diperkuat,” ujarnya.
Sebelumnya, konflik internal Golkar Kota Bengkulu sempat memicu aksi unjuk rasa kader yang mempersoalkan penunjukan Plt Ketua DPD serta mekanisme Musda yang sempat tertunda. Polemik itu bahkan berujung laporan ke kepolisian terkait persoalan kantor partai.
Di sisi lain, pihak Plt DPD Golkar Kota Bengkulu sebelumnya membantah tudingan tersebut dan menegaskan seluruh langkah telah melalui mekanisme organisasi.
Dengan verifikasi calon kini berjalan dan Musda ke-XI di depan mata, perhatian tertuju pada bagaimana forum partai itu akan menjadi titik balik penyatuan internal Golkar Kota Bengkulu sekaligus mengakhiri friksi yang sempat mencuat menjelang pemilihan kepemimpinan baru.





