Bengkulu – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mendorong percepatan revitalisasi Pasar Panorama menyusul persoalan penertiban pedagang yang dinilai belum tuntas dan berdampak pada merosotnya aktivitas pasar di dalam area.
Keluhan datang dari pedagang sendiri. Weti (35), salah satu pedagang Pasar Panorama, menilai upaya penertiban pedagang yang berjualan di badan jalan belum berjalan konsisten, sementara pedagang yang bertahan di dalam pasar justru terdampak.
“Kalau mau menertibkan pedagang di pinggir jalan untuk masuk ke dalam itu bagus, tapi buktinya sampai kini masih banyak yang jualan di badan jalan,” kata Weti.
Ia menyebut kondisi tersebut membuat aktivitas jual beli di dalam pasar semakin sepi, meski masih banyak lapak kosong yang tersedia baik di pasar pagi hingga sore maupun pasar subuh.
“Yang kasihan itu pedagang yang bertahan jualan di dalam. Padahal di dalam itu banyak lapak kosong. Kalau pedagang di jalan masuk semua ke dalam, hidup lagi pasar Panorama,” ujarnya.
Di sisi lain, Dedy Wahyudi menegaskan komitmennya untuk menata ulang infrastruktur ekonomi, dengan menjadikan revitalisasi Pasar Panorama sebagai salah satu prioritas utama.
Menurutnya, kondisi pasar saat ini tidak lagi mampu menampung jumlah pedagang yang terus bertambah, sehingga memicu melubernya aktivitas jual beli ke badan jalan dan menimbulkan kemacetan.
“Pak Wagub sempat menegur saya soal pedagang di jalan, tapi saya sampaikan di dalam memang sudah penuh. Kami butuh bantuan pusat agar ekonomi masyarakat terakomodir dengan layak,” kata Dedy.
Ia berharap pembangunan ulang Pasar Panorama dapat dilanjutkan melalui skema Pasar Inpres, mengacu pada keberhasilan renovasi Pasar Purwodadi di Bengkulu Utara yang didukung anggaran pemerintah pusat.
“Kami sangat berharap pembangunan ini bisa berlanjut melalui skema Pasar Inpres. Kita melihat keberhasilan Pasar Purwodadi, dan kami ingin pola serupa diterapkan di Panorama,” ujarnya.
Dedy menambahkan, revitalisasi menyeluruh diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pasar sehingga seluruh pedagang dapat tertampung di dalam, sekaligus mengembalikan fungsi jalan sebagai ruang publik yang tertib.
“Tujuannya jelas, kita ingin ekonomi rakyat tumbuh, namun wajah kota tetap rapi. Maka, dukungan pusat melalui skema Pasar Inpres ini adalah kunci,” tutupnya.





