Menhan AS Klaim Mojtaba Khamenei Terluka, Iran Sebut Tetap Memimpin

By 7 jam lalu 3 menit membaca

WashingtonMenteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengklaim pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, mengalami luka-luka dan kemungkinan cacat fisik akibat serangan Amerika Serikat dan Israel. Klaim itu disampaikan di tengah spekulasi yang berkembang setelah Mojtaba belum pernah tampil langsung di hadapan publik sejak ditetapkan sebagai pemimpin tertinggi Iran.

Pernyataan Hegseth muncul setelah Presiden AS Donald Trump, dalam wawancara dengan Fox News yang ditayangkan Kamis (12/3) malam, menyebut dirinya meyakini Mojtaba masih hidup namun mengalami cedera akibat serangan gabungan AS-Israel. Hingga kini, otoritas Iran juga belum merilis foto terbaru Mojtaba sejak rangkaian serangan pada awal perang 28 Februari lalu.

Menurut laporan Reuters yang dikutip Detik, Hegseth menilai absennya penampilan langsung Mojtaba memunculkan pertanyaan besar. Ia menyoroti pernyataan perdana Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi Iran yang hanya disampaikan secara tertulis dan dibacakan presenter televisi pemerintah Iran pada Kamis (12/3) waktu setempat.

“Kita mengetahui bahwa pemimpin yang disebut-sebut tidak begitu tertinggi itu terluka dan kemungkinan mengalami cacat fisik. Dia merilis pernyataan kemarin. Pernyataan yang lemah, sebenarnya, tetapi tidak ada suara dan tidak ada video. Itu adalah pernyataan tertulis,” kata Hegseth seperti dilansir Reuters, Sabtu (14/3/2026).

Alaku

Dalam konferensi pers pada Jumat (13/3), Hegseth kembali menyinggung minimnya bukti visual dari Teheran terkait kondisi Mojtaba. “Iran memiliki banyak kamera dan memiliki banyak alat perekam suara. Mengapa pernyataan tertulis? Saya rasa Anda mengetahui alasannya. Ayahnya — tewas. Dia takut, dia terluka, dia menjadi buronan, dan dia tidak memiliki legitimasi,” ujarnya.

Di sisi lain, Iran mengakui Mojtaba memang mengalami luka akibat perang, namun membantah kondisi itu melemahkan kepemimpinannya. Seorang pejabat Teheran yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa luka yang dialami Mojtaba tergolong ringan dan tidak mengganggu aktivitasnya.

Pernyataan senada disampaikan Duta Besar Iran untuk Jepang, Peyman Saadat, pada Jumat (13/3). Ia menegaskan Mojtaba tidak berada dalam kondisi “melemah” meski mengalami cedera saat konflik berlangsung.

“Yang kami ketahui adalah bahwa dia menderita luka-luka akibat perang saat ini, ketika pemimpin tertinggi saya dibunuh,” kata Saadat kepada Asahi TV. “Tetapi bukan dengan cara yang akan mencegahnya (Mojtaba-red) untuk berfungsi. Dia adalah pemimpin yang berfungsi. Jadi untungnya, tidak ada yang terganggu. Itulah mengapa mereka memilih pemimpin saat ini,” tegasnya.

Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran diumumkan pada 1 Maret lalu, setelah wafatnya Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan AS-Israel. Menurut laporan Detik, keputusan itu diambil Majelis Pakar Iran yang beranggotakan 88 ulama senior, menandai babak baru dalam struktur kekuasaan Teheran.

Salah satu anggota Majelis Pakar, Mohsen Heidari Alekasir, menyebut pengangkatan Mojtaba sejalan dengan pesan mendiang Ali Khamenei mengenai sosok penerus yang diharapkan. “Bahkan Setan Besar telah menyebut namanya,” ucap Alekasir, merujuk pada komentar Donald Trump yang sebelumnya menyebut Mojtaba sebagai sosok yang “tidak dapat diterima” bagi Washington.

Detik juga melaporkan, Mojtaba selama ini dikenal memiliki pengaruh kuat di lingkaran kekuasaan Iran. Ia disebut memiliki kedekatan dengan Garda Revolusi Iran (IRGC), jaringan bisnis yang berkaitan dengan lembaga keamanan, serta kerap dianggap sebagai sosok yang mengendalikan akses terhadap ayahnya.

Tak lama setelah pengangkatannya, ketegangan di kawasan kembali meningkat ketika Iran dilaporkan meluncurkan rudal ke arah Israel. Mengutip AFP yang dikutip Detik, televisi pemerintah Iran IRIB menyebut serangan tersebut sebagai gelombang pertama rudal yang diluncurkan di bawah kepemimpinan Mojtaba Khamenei.

“Iran meluncurkan gelombang pertama rudal di bawah kepemimpinan Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei ke arah wilayah pendudukan,” demikian pernyataan IRIB melalui saluran Telegramnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

xAlaku
xAlaku
Menhan AS Klaim Mojtaba Khamenei Terluka, Iran Sebut Tetap Memimpin - repoeblik.com
Menu
Cari
Bagikan
Lainnya
0%