Alaku
Alaku

Bengkulu – KONI Provinsi Bengkulu menargetkan minimal satu medali emas dari cabang olahraga gulat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang. Target tersebut ditegaskan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Bengkulu, Hopalara, M.Pd., saat memantau latihan enam pegulat binaan KONI di Venue Gulat Komplek PPLP, Bumi Ayu, Kota Bengkulu, Senin sore (12/10/2026).

Hopl ara menilai gulat merupakan salah satu cabang olahraga andalan Bengkulu yang diharapkan mampu mempertahankan tradisi meraih medali emas di ajang nasional. Karena itu, persiapan atlet perlu dilakukan secara konsisten agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.

“Gulat salah satu cabor impian kita bisa menyumbang medali emas di PON mendatang. Medali emas itu selama ini sudah menjadi tradisi di semua ajang nasional. Minimal satu emas bisa diraih di PON NTB-NTT kelak,” tegas Hopalara.

Saat melakukan monitoring dan evaluasi, Hopalara juga membuka kemungkinan menempatkan atlet potensial di daerah lain apabila diperlukan untuk meningkatkan peluang meraih emas. Jawa Timur dan DKI Jakarta menjadi beberapa daerah yang disebut sebagai opsi, meski ia menegaskan pembinaan di Bengkulu tetap menjadi pilihan yang lebih baik jika mampu memberikan hasil optimal.

“Tapi kalau di Bengkulu lebih baik, lebih bagus,” ujarnya.

Saat ini, KONI Bengkulu membina enam atlet gulat, termasuk dua atlet putri. Para atlet tersebut mendapatkan uang pembinaan setiap bulan. Monitoring rutin dilakukan untuk mengevaluasi perkembangan latihan dan kesiapan mereka menghadapi berbagai agenda kompetisi.

Pelatih gulat Pengprov Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Bengkulu, Habibullah, mengatakan keenam atlet menjalani program latihan enam kali dalam sepekan. Program tersebut tidak hanya dipersiapkan untuk menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober, dengan Bali sebagai lokasi yang direncanakan, tetapi juga untuk menghadapi babak prakualifikasi PON pada 2027.

“Anak-anak menjalani latihan rutin enam kali dalam sepekan. Latihan ini sudah berjalan lama, bukan hanya untuk menghadapi Kejurnas. Fokus kami juga menghadapi babak prakualifikasi PON pada 2027,” kata Habibullah.

Ia berharap konsistensi latihan tersebut dapat mendukung target medali emas yang dibebankan KONI kepada cabang gulat.

Selain gulat, KONI Bengkulu juga menaruh harapan pada cabang olahraga tinju untuk menyumbangkan medali emas pada PON mendatang. Menurut Hopalara, terdapat empat petinju binaan KONI, termasuk tiga atlet putri, dengan satu atlet wanita diproyeksikan menjadi kandidat peraih emas.

Dalam pertemuan bersama para petinju di venue tinju pada Senin sore, Hopalara meminta atlet tetap menjaga fokus dan disiplin berlatih meskipun kondisi internal Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) disebut sedang kurang kondusif.

“Kita targetkan satu emas untuk cabor tinju. Maka latihan keras harus difokuskan. Menghadapi Kejurnas pada Oktober ini, KONI siap mendukung,” ujarnya.

Dengan target minimal satu emas dari gulat dan satu emas dari tinju, KONI Bengkulu mendorong para atlet binaan memaksimalkan persiapan sejak dini. Konsistensi program latihan dan evaluasi berkala menjadi bagian penting dalam upaya menjaga peluang Bengkulu bersaing di PON mendatang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan