Scroll untuk baca artikel
Alaku
Alaku
Alaku
Alaku
News

Kini Indonesia Mengembangkan Mata Uang LCT: Dolar Kemungkinan Tidak Dipakai Lagi

×

Kini Indonesia Mengembangkan Mata Uang LCT: Dolar Kemungkinan Tidak Dipakai Lagi

Sebarkan artikel ini
Kini Indonesia Mengembangkan Mata Uang LCT: Dolar Kemungkinan Tidak Dipakai Lagi
Kini Indonesia Mengembangkan Mata Uang LCT: Dolar Kemungkinan Tidak Dipakai Lagi - foto dok bisnis tempo

Kini Indonesia akan terus mengembangkan program transaksi mata uang lokal (local currency transaction/LCT) memasuki usia ke-78 Kemerdekaannya. Kerja sama dengan berbagai negara didorong demi mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat (AS).

Sejauh ini kerja sama LCT sudah berjalan dengan negara China, Jepang, Malaysia dan Thailand. Melalui fasilitas ini, dunia usaha di Indonesia dan empat negara itu bisa bertransaksi menggunakan mata uang lokal masing-masing negara secara langsung, tanpa harus memakai mata uang utama seperti dolar AS.

Dalam waktu dekat, kerja LCT juga akan berlaku antara Indonesia dan Korea Selatan (Korsel).” Kemarin baru tanda tangan bank central-nya dengan kita, tinggal sekarang bagaimana implementasinya, penunjukan bank ACCD-nya dan untuk sosialisasi kepada para pelaku,” kata Deputi Gube Senior BI Destry Damayanti dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG), Selasa (25/7/2023).

Nilai perdagangan LCT sepanjang semester l-2023 mencapai US$ 3,2 miliar. Nilai itu hampir mencapai realisasi setahun penuh pada 2022 yang sebesar US$ 4,1 miliar.

Dan nilai transaksi tersebut berasal dari perdagangan Indonesia dan Malaysia yang sebesar US$ 1,2 miliar atau 38%. Sisanya disusul Jepang 23% Thailand 20% dan sisanya China.

“Biasanya itu 2 tahun kemarin kalau nggak Tiongkok, Jepang. Tapi kali ini yang mendominasi adalah Malaysia. Justru China akhir-akhir ini ekonominya sedang goyang karena disana juga memang sedang mengalami pelemahan,”ucapnya.

 

Dolar Amerika Serikat memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya menjadi mata uang yang kuat dan diakui secara global:

1. Stabilitas Ekonomi: Amerika Serikat adalah salah satu negara dengan perekonomian terbesar dan stabil di dunia. Ini memberikan kepercayaan kepada investor dan pelaku pasar dalam menggunakan dolar sebagai alat tukar.

2. Pegangan Cadangan Utama: Banyak negara dan lembaga keuangan internasional menyimpan dolar sebagai cadangan mata uang. Ini mencerminkan kepercayaan terhadap stabilitas dan likuiditas dolar.

3. Perdagangan Internasional: Dolar digunakan secara luas dalam perdagangan internasional, membuatnya menjadi mata uang yang mudah diterima dalam berbagai transaksi global.

4. Investasi dan Pasar Keuangan: Bursa saham Amerika Serikat, seperti Wall Street, merupakan pusat perdagangan global yang signifikan. Mata uang dolar digunakan dalam banyak instrumen keuangan, seperti obligasi, saham, dan komoditas.

5. Liquidity (Likuiditas): Dolar memiliki tingkat likuiditas yang tinggi, yang berarti mudah diperdagangkan dan diubah menjadi mata uang lainnya.

 

6. Stabilitas Politik dan Hukum: Amerika Serikat memiliki sistem politik dan hukum yang stabil, yang memberikan kepercayaan kepada pelaku pasar bahwa dolar akan tetap berlaku dengan konsistensi.

 

Meskipun dolar Amerika Serikat memiliki banyak kelebihan, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ada beberapa kekurangan yang perlu diingat:

1. Fluktuasi Nilai Tukar: Nilai tukar dolar bisa berfluktuasi secara signifikan terhadap mata uang lainnya. Fluktuasi ini dapat mempengaruhi nilai ekspor, impor, dan investasi internasional.

 

2. Ketergantungan Global: Ketergantungan global terhadap dolar dapat menyebabkan kerentanan ekonomi dalam kasus perubahan kebijakan moneter atau ekonomi Amerika Serikat yang signifikan.

 

3. Inflasi: Karena dolar adalah mata uang cadangan utama yang banyak digunakan di seluruh dunia, inflasi di Amerika Serikat dapat mempengaruhi harga dan stabilitas di negara lain.

 

4. Ketidakpastian Politik: Perubahan dalam kebijakan politik dan kestabilan politik di Amerika Serikat dapat mempengaruhi kepercayaan pada dolar dan pasar finansial global.

 

5. Ketergantungan Luar Negeri: Banyak negara yang sangat tergantung pada dolar dalam perdagangan internasional sehingga dapat menghadapi risiko jika ada perubahan signifikan dalam nilai tukar atau ekonomi dolar.

 

6. Resiko Geopolitik: Dolar sering digunakan sebagai alat sanksi ekonomi oleh Amerika Serikat, dan ini dapat menciptakan risiko bagi negara-negara yang tergantung pada dolar.

 

7. Ketidaksetaraan Ekonomi Global: Ketergantungan pada dolar dapat memperdalam ketidaksetaraan ekonomi global, terutama bagi negara-negara yang memiliki mata uang yang lebih lemah

Respon (1)

  1. Sangat setuju kita memakai alat pembayaran dengan LCT, seperti yang diterapkan oleh Negara Iran sama 2 Negara lainnya yang sudah mendahului memakai mata uang lokal dalam pembayaran perdagangan antar Negara, sehingga kita tidak ketergantungan dengan Dollar AS,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *