
Rejang Lebong – Bumi Pat Petulai kembali mencatatkan sejarah di dunia olahraga. Kontingen FORKI Rejang Lebong sukses menjadi juara umum pada ajang Rafflesia Karate Open Competition (RKOC) 2025 yang berlangsung di Kota Bengkulu, Kamis (25/9/25).
Prestasi ini bukan sekadar kemenangan biasa. Dari 52 atlet yang diterjunkan, mereka berhasil membawa pulang 74 medali, terdiri dari 20 emas, 18 perak, dan 26 perunggu di kategori Open. Tak hanya itu, di kelas Festival, tambahan 30 emas dan 11 perak semakin melengkapi kejayaan Rejang Lebong di panggung provinsi.
Kepulangan kontingen karate Rejang Lebong mendapat sambutan istimewa dari Bupati H. Muhammad Fikri Thobari, SE., M.AP., bersama jajaran Forkopimda dan DPRD di rumah dinas bupati.
“Prestasi ini sungguh luar biasa. Atas nama pemerintah dan masyarakat Rejang Lebong, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Kalian telah membawa nama daerah ini ke puncak kejayaan,” ungkap Bupati Fikri penuh bangga.
Ketua Umum FORKI Rejang Lebong, Letkol Arh M. Erfan Yuli Saputro, menegaskan bahwa prestasi ini menjadi motivasi untuk pembinaan berkelanjutan. Dalam waktu dekat, Dojo Lemkari Kodim akan segera diresmikan sebagai pusat latihan baru.
“Dengan dojo ini, anak-anak kita bisa berlatih lebih maksimal. Tidak lagi menumpang di tempat seadanya. Kita ingin mereka semakin siap menghadapi kejuaraan yang lebih besar,” ujar Erfan.
Kemenangan ini tak hanya tentang medali, tetapi juga pesan tentang disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah. Tokoh masyarakat Rejang Lebong berharap prestasi ini menjadi batu loncatan menuju kejuaraan nasional bahkan internasional.
“Jangan berhenti di sini. Kita ingin Rejang Lebong dikenal sebagai gudangnya atlet karate. Dengan pembinaan berkelanjutan, bukan mustahil mereka bisa membawa Merah Putih berkibar di dunia,” ujarnya.
Puluhan atlet karate yang pulang dengan wajah penuh senyum bukan hanya membawa medali, tetapi juga semangat baru bagi generasi muda Rejang Lebong: bahwa dengan tekad dan kesempatan, tidak ada yang mustahil.
Tinggalkan Balasan