Benarkah Earphone Bluetooth Aman, Ini Penjelasan Medis Pakar IPB

Bogor – earphone bluetooth semakin populer digunakan karena praktis dan ringan, namun kekhawatiran soal dampaknya terhadap otak masih kerap muncul di tengah masyarakat. Menjawab keresahan tersebut, pakar medis menegaskan hingga...

Benarkah Earphone Bluetooth Aman, Ini Penjelasan Medis Pakar IPB Artikel & Ragam
Benarkah Earphone Bluetooth Aman, Ini Penjelasan Medis Pakar IPB (foto:canva)
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Bogorearphone bluetooth semakin populer digunakan karena praktis dan ringan, namun kekhawatiran soal dampaknya terhadap otak masih kerap muncul di tengah masyarakat. Menjawab keresahan tersebut, pakar medis menegaskan hingga kini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan earphone bluetooth berbahaya bagi otak manusia.

Dikutip dari detik, dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr Widya Eka Nugraha, MSi Med, menyatakan bahwa dari sudut pandang medis, dampak negatif penggunaan perangkat bluetooth belum terbukti secara pasti. Menurutnya, tidak semua bentuk radiasi otomatis berbahaya bagi tubuh.

“Tidak semua radiasi berbahaya bagi tubuh manusia, karena dampaknya bergantung pada jenis radiasi, besar paparan, durasi, serta jaraknya,”

Widya menjelaskan, earphone bluetooth bekerja dengan memancarkan gelombang radio atau radio frequency (RF) yang termasuk dalam kategori radiasi non-ionisasi. Jenis radiasi ini berbeda dengan sinar X yang dikenal berisiko tinggi bagi kesehatan.

“Pada paparan RF, mekanisme efek biologis yang terjadi adalah pemanasan jaringan (thermal effect). Sejauh ini, alat bluetooth yang beredar di pasaran memenuhi standar keamanan dan tidak memberikan efek yang signifikan terhadap jaringan tubuh manusia,”

Lebih lanjut, Widya mengungkapkan hasil kajian dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa paparan RF dari perangkat bluetooth berada jauh di bawah ambang batas aman. Dengan level paparan tersebut, risiko signifikan terhadap otak dinilai tidak memungkinkan.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa potensi bahaya justru muncul dari pola penggunaan yang keliru. Volume suara yang terlalu keras dapat merusak pendengaran, sementara pemakaian earphone saat berkendara atau beraktivitas tertentu berisiko mengurangi fokus dan memicu kecelakaan.

Untuk itu, Widya menyarankan penggunaan earphone bluetooth dengan volume wajar, durasi yang tidak berlebihan, serta menjaga kebersihan perangkat. Ia juga mengingatkan agar pengguna segera menghentikan pemakaian dan memeriksakan diri ke dokter jika muncul keluhan.

“Bila telinga nyeri, gatal berat, keluar cairan, berdenging menetap, atau pendengaran menurun, hentikan sementara dan periksa ke dokter,”

Follow WhatsApp Group repoeblik.com untuk Notifikasi Berita Terbaru Setiap Hari
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *