Purbaya Yudhi Sadewa dan Dialektika Baru Politik Ekonomi Indonesia
Oleh Ruben Cornelius Siagian
FENOMENA menarik sedang terjadi di awal masa pemerintahan baru menuju 2029. Nama Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan yang baru beberapa bulan menjabat, mendadak mencuri sorotan publik. Dari kebijakan yang mengguncang pasar hingga gaya komunikasinya yang blak-blakan, Purbaya tampak menampilkan wajah teknokrat yang tak biasa yaitu keras pada angka, tapi santai di depan kamera.
Namun yang lebih menarik, kiprah Purbaya kini dipandang sebagai ujian bagi arah politik ekonomi nasional, bahwa apakah Indonesia benar-benar memasuki era “penyeimbangan baru” antara populisme politik dan rasionalitas teknokratis?
Sebab di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto dikenal sebagai figur dengan orientasi populis-sosialis, dengan gagasan besar seperti makan bergizi gratis, subsidi pangan, dan penguatan kedaulatan ekonomi rakyat.
Kombinasi ini melahirkan satu pertanyaan strategis, bahwa apakah duet Prabowo–Purbaya adalah bentuk keseimbangan antara ideologi “kiri” dan “kanan” dalam tata ekonomi Indonesia modern?




