Bengkulu – Anggota Komisi X DPR RI, Dr. drh. Hj. Dewi Coryati, M.Si, kembali menegaskan komitmennya pada dunia pendidikan dengan mendorong penerapan wajib belajar 13 tahun di Bengkulu. Legislator asal Dapil Bengkulu itu menilai pendidikan merupakan pintu utama untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Sekarang sudah dicanangkan wajib belajar 13 tahun, kita ingin menghentaskan angka tidak sekolah (ATS). Dukungan pemerintah sudah jelas, salah satunya lewat Program Indonesia Pintar yang terbukti menekan angka anak putus sekolah,” kata Dewi dalam kegiatan pendidikan di Black Rock Hotel Mercure Bengkulu, Minggu (21/9/25).
Menurut Dewi, peningkatan kualitas sekolah di Bengkulu tidak cukup hanya lewat beasiswa. Perbaikan sarana dan prasarana juga harus diutamakan agar anak-anak dapat belajar dengan nyaman.
“Bagaimana anak-anak bisa belajar dengan baik kalau sekolahnya tidak layak? Program revitalisasi sekolah mutlak diperlukan,” tegasnya.
Ia juga menekankan perlunya perhatian lebih pada pendidikan anak usia dini. Menurutnya, memberikan dukungan sejak tingkat TK, termasuk melalui beasiswa, akan membantu meringankan beban orang tua di daerah.
“Wajib belajar 13 tahun dimulai dari TK. Sayangnya masih banyak orang tua di daerah yang belum mampu menyekolahkan anak. Kalau ada beasiswa TK, dukungan pemerintah benar-benar nyata sejak awal,” ujar Dewi.
Dewi tercatat sebagai salah satu anggota DPR RI dengan distribusi Program Indonesia Pintar terbanyak di Bengkulu. Ratusan ribu siswa telah merasakan manfaat beasiswa yang ia perjuangkan, sehingga namanya kerap dikaitkan dengan akses pendidikan bagi masyarakat kecil.
“Pendidikan adalah hak semua anak, harus dirasakan setiap lapisan masyarakat,” tuturnya.
Konsistensinya pun diakui masyarakat. Seorang peserta workshop pendidikan mengungkapkan kekagumannya.
“Selama ini saya melihat Ibu Dewi konsisten memperjuangkan pendidikan. Program PIP sudah banyak dirasakan masyarakat. Kalau nanti ada beasiswa TK, tentu makin membantu orang tua seperti saya,” ujarnya.







