Telegram Rusia Diblokir Mulai April 2026? Pemerintah Moskow Angkat Bicara

Moskow – Telegram Rusia diblokir menjadi isu yang kian menguat setelah laporan dari media yang berafiliasi dengan Kremlin dan sejumlah saluran Telegram menyebut aplikasi pesan tersebut berpotensi dihentikan sepenuhnya pada...

Telegram Rusia Diblokir Mulai April 2026? Pemerintah Moskow Angkat Bicara Artikel & Ragam
Telegram Rusia Diblokir Mulai April 2026? Pemerintah Moskow Angkat Bicara (foto:canva)
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

MoskowTelegram Rusia diblokir menjadi isu yang kian menguat setelah laporan dari media yang berafiliasi dengan Kremlin dan sejumlah saluran Telegram menyebut aplikasi pesan tersebut berpotensi dihentikan sepenuhnya pada 1 April 2026. Jika skenario itu terjadi, Telegram disebut tidak lagi dapat diakses maupun diunduh melalui jaringan seluler dan internet tetap di seluruh Rusia, memicu gelombang kritik di tengah situasi perang berkepanjangan dengan Ukraina.

Informasi yang dikutip dari detik menyebut laporan tersebut langsung dibantah oleh Duma Negara Rusia yang dikenal sejalan dengan Kremlin. Parlemen Rusia menyebut kabar pemblokiran total Telegram sebagai ‘palsu’ dan ‘omong kosong’, serta menilai peringatan itu disampaikan terlalu dini.

Meski demikian, bantahan tersebut tidak disertai penyangkalan tegas terhadap kemungkinan Telegram Rusia diblokir. Dalam praktiknya, pengguna Telegram di Rusia telah mengalami perlambatan signifikan sejak musim panas lalu, menandakan adanya pembatasan teknis yang terus diperluas.

Menurut laporan Euro News, pada 10 Februari badan pengawas media Rusia, Roskomnadzor, mengumumkan putaran pembatasan lanjutan terhadap Telegram. Otoritas menyatakan aplikasi tersebut melanggar hukum federal, memuat konten ilegal, serta membuka akses bagi dinas intelijen Barat.

Pada saat yang sama, pemerintah Rusia memperingatkan bahwa pembatasan akan terus diberlakukan jika Telegram tidak menempatkan server di dalam negeri dan tidak mematuhi peraturan nasional. Sergei Boyarsky, Ketua Komite Kebijakan Informasi Duma Negara, mengklaim manajemen Telegram masih berkomunikasi dengan Roskomnadzor, meski para pengamat menilai peluang tercapainya kesepakatan sangat kecil.

Sumber yang dekat dengan pendiri Telegram Pavel Durov bahkan menyebut pemblokiran total hampir tak terelakkan. Sejak 2015, Moskow telah memberlakukan Undang-Undang Lokalisasi Data yang mewajibkan seluruh perusahaan, termasuk asing, menyimpan dan memproses data pribadi pengguna Rusia di server yang berlokasi fisik di Rusia.

Aturan tersebut diperketat setelah invasi skala penuh ke Ukraina pada awal 2022. Mulai 1 Januari 2026, seluruh layanan internet diwajibkan menyimpan pesan pengguna selama tiga tahun dan menyerahkannya kepada aparat keamanan bila diminta. Ketentuan ini mencakup seluruh bentuk pesan, baik audio, video, teks, maupun metadata, termasuk yang telah dihapus pengguna.

Isu Telegram Rusia diblokir paling keras dipersoalkan kalangan militer dan bloger pro-perang. Laporan DW menyebut Telegram telah menjadi sarana komunikasi utama selama invasi Rusia ke Ukraina, dengan ruang obrolan tertutup digunakan untuk kebutuhan misi tempur. Kondisi ini diperparah sejak awal Februari, ketika militer Rusia kehilangan akses ke terminal internet satelit Starlink, sehingga sistem komunikasi semakin terganggu.

Saluran militer Rusia menilai masalah utama terletak pada terputusnya koordinasi antarunit di lapangan. Meski demikian, Menteri Pembangunan Digital Maksut Shadayev menyatakan otoritas belum berencana memblokir Telegram di garis depan Ukraina.

Sejak invasi dimulai, Rusia secara bertahap membatasi berbagai platform digital. Facebook dan Instagram diblokir pada Maret 2022, Signal sekitar Agustus 2024, pembatasan parsial terhadap Telegram dan WhatsApp pada Agustus 2025, disusul Snapchat dan FaceTime pada Desember 2025. Pada Februari 2026, WhatsApp diblokir sepenuhnya, sementara isu Telegram Rusia diblokir kini menjadi sorotan berikutnya.

Follow WhatsApp Group repoeblik.com untuk Notifikasi Berita Terbaru Setiap Hari
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *