Alaku Alaku Alaku Alaku Alaku Alaku Alaku Alaku
Artikel & Opini

Sang Fenomenal Helmi Hasan (2); Passwordnya: Bantu Rakyat

Zacky Antony
Zacky Antony

Oleh Zacky Antony

KALAU ditanya siapa kepala daerah yang punya visi terpendek. Jawabannya mungkin Helmi Hasan. Gubernur Bengkulu yang baru ini punya visi ringkas dan padat. Hanya dua kata: Bantu rakyat. Sederhana tapi penuh makna. Tidak berpanjang-panjang apalagi berputar-putar sebagaimana visi calon kepala daerah pada umumnya di Indonesia.
Saat pencalonan Pilkada 2024, tak sedikit yang mencibur visi bantu rakyat Helmi Hasan. Tapi visi ini terasa relevan di tengah berbagai kesulitan yang tengah dihadapi masyarakat. Setidaknya visi yang ringkas tersebut menuai dukungan  saat Pilgub lalu. Helmi bersama pasangannya Mian memenangkan Pilgub Bengkulu dengan perolehan 55,09 persen atau 616.469 suara . Unggul hingga 113.992 suara dibanding rivalnya Rohidin Mersyah-Meriani yang meraih  502.477 suara atau 44,.91 persen.
Soal visi yang ringkas padat ini saya jadi teringat visi bangsa Korea. Visi negeri ginseng itu juga hanya terdiri dua kata: Mengalahkan Jepang. Negeri matahari terbit itu dulunya menjajah Korea. Visi Korea iitu bertolak dari rasa dendam sekaligus tekad. Bangsa Korea sadar hanya ada satu cara untuk membalas penjajahan Jepang. Yaitu mengalahkannya. Di berbagai bidang.
Visi ringkas padat itu mengantar Korsel menjadi Negara maju. Dalam beberapa hal, Korsel bahkan mampu menyamai bahkan menyalip Jepang. Misalnya, industri telekomunikasi. Perusahaan-perusahaan Korea sudah mendunia seperti Samsung. Brand-brand Korea banyak yang sudah menguasai pasar global seperti LG, Hyundai. Rakyat Korea tidak mau memakai produk-produk Jepang. Mereka lebih mencintai produk dalam negeri mereka sendiri. Terbalik dengan kebanyakan masyarakat kita yang lebih menyukai produk asing.
Dulu ketika menjadi Dirut Pertamina, Dahlan Iskan juga punya visi yang mirip Korea yaitu mengalahkan Petronas. Langkah pertamanya adalah jangan ada lagi mati lampu. Tidak usah yang berat-berat. Itu dulu diberesi. Setelahnya baru yang lain-lain.
Padahal ketika ingin mendirikan Petronas, orang-orang Malaysia belajar ke Pertamina. Tapi dalam perjalanannya, Petronas menyalip Pertamina. BUMN Migas yang sampai hari ini masih bergelut dengan korupsi, kolusi dan nepotisme. Potret ini mirip di dunia pendidikan. Di mana tahun 1970-an, orang Malaysia banyak kuliah di Indonesia seperti di UGM dan UI. Beberapa dekade setelah itu, justru orang Indonesia banyak  kuliah di Malaysia.
LIVE TIKTOK
Helmi sadar, visi membantu rakyat tidak akan berhasil tanpa ditunjang aparatur birokrasi yang baik, komunikatif, inovatif dan terpenting tidak berwatak koruptif, kolutif dan nepotisme. Karena penyakit utama birokasi umumnya adalah bermental KKN. Menduduki jabatan harus bayar. Cenderung minta dilayani ketimbang melayani. Kalau tidak ada duitnya, tidak mau kerja. Belum lagi budaya ABS (Asal Bapak Senang).
Karena itu, pekan-pekan pertama setelah dilantik 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto, Helmi mengumpulkan jajaran Pemprov agar senafas dengan visi bantu rakyat.
Disamping itu, politisi kelahiran 1979 itu juga membuka komunikasi dengan rakyat. Helmi sadar betul, era sudah berbeda. Menjadi pemimpin di era sekarang, komunikasi tidak boleh tersumbat. Karena itu, mantan wakil ketua DPRD Provinsi Bengkulu itu sering  berkomunikasi dengan rakyat lewat live tiktok, instagram dll.
Lewat komunikasi di medsos, Helmi menjadi tahu persoalan ril yang dihadapi rakyat. Saat Bukber bersama wartawan Kamis (20/3) sore, misalnya, Helmi bercerita, masyarakat mengeluh soal lapangan kerja. “Saya panggil Kadisnya (dia menyebut nama seorang kadis). Bisa nggak dicari solusi loker (lowongan kerja). Oh…bisa pak,” katanya.
Masalah lapangan kerja memang menjadi problem serius, tak hanya di Bengkulu, tapi di Indonesia secara umum. Badai PHK yang melanda sejumlah perusahaan swasta menjadi beban pemerintah.
Dana APBD yang terbatas juga menjadi perhatian Helmi. Dia baru saja menelusuri pos-pos APBD. Hasilnya. “Anggaran perbaikan jalan ternyata hanya Rp 10 miliar. Kita revisi. Alhamdulillah menjadi Rp 500 miliar. Berapa persen itu naiknya,” dia balik bertanya.
Infrastruktur jalan mulus sudah menjadi concern Helmi sejak menjadi Walikota Bengkulu dua periode. Selama menjadi orang nomor 1 di Kota Bengkulu, Helmi terkenal dengan jargon 1000 jalan mulus. Aspal hotmix hingga gang-gang sempit. Program ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat. Program ini dipuji karena memang bermanfaat bagi masyarakat.
Terkait sumber daya alam, Helmi tidak mau muluk-muluk. “Nantilah kita bercerita soal tambang emas, batu bara dan lain-lain. Yang ada aja dulu kita maksimalkan. Misalnya kopi. Karena itu, pelabuhan Pulau Baai menjadi konsen kita, karena pintu gerbang ekspor,” ujarnya. Selama ini, kopi Bengkulu diekspor melalui Lampung. Sehingga Bengkulu yang punya kopi, tapi Lampung yang punya brand.
Helmi juga ingin, kendaraan-kendaraan yang beraktifitas di Bengkulu semuanya berplat lokal BD. Dia menemukan masih ada yang plat non BD. Sehingga pajaknya lari ke luar daerah.
Masih banyak rencana-rencana Helmi untuk lima tahun kedepan. Tapi apapun rencana, passwordnya hanya dua kata; bantu rakyat.
Penulis adalah wartawan senior di Bengkulu
Exit mobile version