Puasa Ramadan Diterima Ini Tanda-tandanya Menurut Ulama dan Dalil Shahih

Jakarta – Puasa Ramadan Diterima tidak hanya diukur dari kemampuan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga dari dampak ibadah tersebut dalam kehidupan seorang Muslim. Di bulan suci, umat Islam berlomba...

Puasa Ramadan Diterima Ini Tanda-tandanya Menurut Ulama dan Dalil Shahih Artikel & Ragam
Puasa Ramadan Diterima Ini Tanda-tandanya Menurut Ulama dan Dalil Shahih (foto:canva)
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

JakartaPuasa Ramadan Diterima tidak hanya diukur dari kemampuan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga dari dampak ibadah tersebut dalam kehidupan seorang Muslim. Di bulan suci, umat Islam berlomba memperbanyak amal, namun tidak sedikit yang kemudian bertanya-tanya apakah puasa yang dijalani benar-benar bernilai di sisi Allah SWT, sebagaimana dirangkum dari laporan detik.

Pemahaman mengenai Puasa Ramadan Diterima penting agar ibadah tidak berhenti sebatas rutinitas tahunan. Penjelasan para ulama menunjukkan bahwa tanda diterimanya puasa dapat dikenali melalui perubahan sikap, konsistensi amal, serta ketenangan batin yang dirasakan setelah Ramadan berlalu.

Dalam buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan dan Apakah Amalan Kita Diterima Allah SWT?, disebutkan bahwa salah satu tanda kuat Puasa Ramadan Diterima adalah berlanjutnya amal saleh setelah bulan suci. Puasa sunnah di bulan Syawal atau bulan lainnya menjadi indikasi bahwa ibadah Ramadan membawa pengaruh positif yang berkesinambungan.

Ulama besar Ibnu Rajab dalam Lathoiful Ma’arif menegaskan bahwa kebaikan yang diikuti kebaikan berikutnya merupakan isyarat diterimanya amal. Pernyataan ini dikuatkan oleh Hasan Al-Bashri yang menyebutkan bahwa Allah akan memudahkan seorang hamba untuk taat jika amalnya diterima, serta menjauhkannya dari maksiat.

Tanda lain Puasa Ramadan Diterima adalah kemampuan menahan diri dari perbuatan buruk selama berpuasa. Rasulullah SAW mengingatkan, “Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan tetap mengamalkannya, maka Allah Ta’ala tidak butuh kepada puasanya.” (HR Bukhari). Dalam riwayat lain disebutkan, “Berapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja.” (HR Ibnu Majah).

Selain itu, ketenangan hidup juga menjadi indikator penting. Seseorang yang amalnya diterima akan merasakan kehidupan yang lebih tenteram. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah An-Nahl ayat 97 tentang balasan kehidupan yang baik bagi orang beriman dan beramal saleh.

Meski demikian, para ulama menegaskan bahwa kepastian Puasa Ramadan Diterima sepenuhnya merupakan hak Allah SWT. Manusia hanya diperintahkan untuk terus berikhtiar, memperbaiki diri, dan memanjatkan doa agar amal ibadah diterima. Ulama salaf bahkan berdoa selama berbulan-bulan agar dipertemukan dengan Ramadan dan memohon agar seluruh amal di dalamnya diridhai oleh Allah SWT.

Follow WhatsApp Group repoeblik.com untuk Notifikasi Berita Terbaru Setiap Hari
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *