Bengkulu – Dukungan terhadap Gubernur Bengkulu Helmi Hasan untuk mengambil alih pengelolaan alur Pelabuhan Pulau Baai dari PT Pelindo terus mengalir. Kali ini, dukungan datang dari Yayasan Zuriat Bangkahulu Tinggi (ZBT), lembaga yang menaungi keturunan raja-raja dan bangsawan Bengkulu.
Ketua ZBT, Cecep, menilai langkah Gubernur Helmi sudah sangat tepat. Menurutnya, 18 tahun Pelindo gagal mengatasi pendangkalan alur pelabuhan telah merugikan masyarakat Bengkulu secara ekonomi maupun sosial.
“Sudah cukup lama rakyat Bengkulu menderita karena Pelabuhan Pulau Baai tidak berfungsi maksimal. Semakin cepat Pemprov ambil alih, semakin baik,” tegas Cecep, Sabtu (12/4/25).
Ia mengingatkan bahwa Pulau Baai sejak dulu sudah menjadi pusat perdagangan penting di era Kerajaan Selebar. Kini, peran historis itu harus dihidupkan kembali demi kesejahteraan masyarakat.
Mengutip Pengamat Budaya Eva Riana, Cecep menjelaskan bahwa Pelabuhan Pulau Baai adalah pelabuhan kerajaan yang direvitalisasi pada era Orde Baru menjadi pelabuhan samudera—menggantikan Pelabuhan Tapak Paderi—untuk menopang ekspor-impor Bengkulu.
“Pelabuhan ini dibangun bukan untuk sekadar ada, tapi untuk menggerakkan ekonomi. Kalau tak bisa dimaksimalkan karena alurnya dangkal terus, rakyat yang rugi,” tambahnya.
ZBT sebagai lembaga adat menegaskan dukungan penuh mereka agar Gubernur Helmi segera mengambil langkah konkrit demi menyelamatkan aset vital daerah ini.





