Insiden pemukulan terjadi pada Selasa, 7 November 2023, ketika HM nekat merokok di dalam ruang kelas sekitar pukul 09.00 Wita. Akibat dari peristiwa ini, guru mata pelajaran Teknik Elektro, Muhammad Sofyan, mengalami luka memar pada bagian pelipisnya.
Meskipun guru yang menjadi korban telah memutuskan untuk tidak melanjutkan proses hukum terhadap HM, pihak sekolah tetap berpegang pada keputusan untuk mengeluarkan siswa tersebut sebagai tindakan tegas sebagai pelajaran bagi siswa lainnya.
Tindakan pencegahan ini bertujuan untuk mengingatkan siswa dan komunitas sekolah tentang pentingnya menghormati aturan sekolah dan menghormati para pendidik. Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan komunitas dalam mendidik siswa tentang norma-norma sosial dan kedisiplinan di lingkungan sekolah serta dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Arismansyah menjelaskan kronologi peristiwa tersebut, “Peristiwa ini bermula ketika Muhammad Sofyan menemukan HM dan lima siswa lainnya merokok di dalam ruang kelas. Sofyan kemudian memberi teguran kepada siswanya, lalu duduk bersama mereka dan memberikan nasihat agar mereka tidak mengulangi perbuatan tersebut.”
Namun, ketika sedang memberikan nasihat kepada siswanya, HM tiba-tiba bangkit dan melancarkan serangan hingga mengenai wajah Muhammad Sofyan. “Guru itu sempat menangkis dan memeluk HM, kemudian dilerai oleh teman-temannya,” jelas Arismansyah.





