Rejang Lebong – Kasus dugaan bullying yang melibatkan dua siswi tingkat SMP di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, berakhir damai setelah dimediasi pihak kepolisian bersama sekolah dan keluarga kedua belah pihak, Sabtu (4/4/2026).
Sebelumnya, sebuah video yang beredar luas di media sosial menyita perhatian publik. Dalam video itu, terlihat orang tua salah satu siswi mendatangi rumah siswi lain yang diduga terlibat perselisihan dengan anaknya.
Video tersebut kemudian memicu berbagai reaksi warganet karena pelajar yang didatangi disebut-sebut merupakan pihak yang diduga melakukan perundungan atau bullying terhadap anak dari perekam video.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat salah satu siswi yang terekam dalam video viral mendatangi rumah siswi lainnya dengan tujuan bertemu. Namun, kedatangan tersebut diduga disertai tindakan mengancam dan perundungan terhadap anak dari pemilik rumah.
Merasa keberatan atas perlakuan yang dialami anaknya, orang tua siswi yang didatangi kemudian mendatangi rumah pelajar tersebut. Dalam proses itu, mereka merekam video yang belakangan menyebar luas di media sosial dan menjadi perhatian masyarakat.
Menanggapi viralnya video tersebut, jajaran Polsek Selupu Rejang bergerak cepat dengan memanggil kedua belah pihak untuk dimintai keterangan sekaligus dilakukan penyelesaian secara mediasi.
Proses mediasi berlangsung pada Sabtu (4/4/2026) dengan melibatkan Bhabinkamtibmas, pihak sekolah, serta keluarga dari kedua siswi. Pertemuan itu difokuskan untuk meredam konflik dan mencari solusi terbaik agar persoalan tidak berlarut-larut.
Kapolres Rejang Lebong AKBP Florentus Situngkir melalui Kapolsek Selupu Rejang Iptu Azmi Aryanto mengatakan, permasalahan tersebut kini telah diselesaikan secara kekeluargaan setelah kedua pihak sepakat berdamai.
“Untuk kedua belah pihak telah dilakukan mediasi dan sepakat berdamai. Permasalahan diselesaikan secara baik dan kekeluargaan,” ujar Kapolsek Selupu Rejang, Iptu Azmi Aryanto.
Dengan adanya kesepakatan damai ini, polisi berharap persoalan serupa tidak kembali terulang. Pihak sekolah dan keluarga juga diimbau untuk terus melakukan pengawasan serta pembinaan terhadap para siswa agar interaksi di lingkungan pendidikan tetap sehat dan aman.





