Video Viral di Jalan Danau Bengkulu Sempat Dikira Geng Motor, Polisi Ungkap Fakta
SS Video Viral di Jalan Danau Bengkulu Sempat Dikira Geng Motor

Video Viral di Jalan Danau Bengkulu Sempat Dikira Geng Motor, Polisi Ungkap Fakta

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Insiden yang sempat viral dan disebut sebagai aksi geng motor di kawasan Jalan Danau, Kota Bengkulu, dipastikan merupakan kesalahpahaman antarwarga. Kepastian itu disampaikan kepolisian setelah melakukan penyelidikan terhadap peristiwa yang terjadi pada Jumat malam, 19 Februari 2026.

Kepala Seksi Humas Polresta Bengkulu, Iptu Endang Sudrajat, menjelaskan bahwa informasi awal yang berkembang di masyarakat tidak sesuai dengan hasil penyelidikan aparat. “Untuk permasalahan kejadian pada saat malam Jumat (19/2/26, red) tersebut, yang sempat viral dan dikatakan geng motor ternyata salah paham, kejadian terjadinya suatu tindakan pemeroyokan pengenian dan pengurusan motor di Jalan Danau. Itu setelah kami lakukan penyelidikan oleh tim kami dan kami menemukan bahwa kejadian tersebut merupakan suatu kesalahpahaman,” kata Endang.

Berdasarkan penelusuran kepolisian, keributan bermula sekitar pukul 21.30 WIB. Saat itu, warga menerima informasi adanya sekelompok pengendara motor yang melintas di kawasan Jalan Danau menuju Perumahan Surabaya Permai. Informasi tersebut memicu kekhawatiran warga akan potensi gangguan keamanan.

Sebagai langkah antisipasi, warga kemudian melakukan penjagaan di area pintu air. Situasi berubah sekitar pukul 22.30 WIB ketika tiga pengendara motor melintas di lokasi penjagaan tersebut. Ketiganya merupakan warga setempat.

Melihat adanya kerumunan, para pengendara berhenti karena merasa takut. Namun, tindakan itu justru disalahartikan oleh sebagian warga sebagai ciri kelompok geng motor, sehingga terjadi aksi penyerangan dan perusakan sepeda motor.

Setelah situasi mereda, warga baru menyadari bahwa ketiga pengendara tersebut bukan bagian dari geng motor, melainkan warga sekitar Jalan Danau. Sepeda motor yang sempat dirusak kemudian dikembalikan, disertai permintaan maaf dari pihak warga.

Meski demikian, para korban meminta agar peristiwa tersebut diselesaikan melalui pertemuan resmi. Musyawarah pun dilakukan dengan melibatkan kedua RT setempat serta tokoh masyarakat, Bapak Bikati Mas, guna mencari penyelesaian secara kekeluargaan.

Endang menyampaikan, hasil musyawarah menyepakati bahwa persoalan diselesaikan melalui perangkat RT untuk mencegah kejadian berlanjut. Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengedepankan komunikasi guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *