Ultrajaya Stop Pasokan Pemasok Nakal, Susu Sekolah MBG Dicabut dari Minimarket
Penampakan 'susu MBG' di minimarket. (Foto: Tangkapan layar viral di Thread)

Ultrajaya Stop Pasokan Pemasok Nakal, Susu Sekolah MBG Dicabut dari Minimarket

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Jakarta – PT Ultrajaya Milk Industry mengambil langkah tegas setelah produk “Susu Sekolah” yang diperuntukkan bagi program makan bergizi gratis (MBG) kedapatan dijual di minimarket. Perusahaan memastikan stok produk tersebut sudah ditarik dari rak, sementara pemasok yang terbukti menyalurkan ke ritel umum langsung dihentikan pengirimannya.

Corporate Secretary Ultrajaya Helina Widayani mengatakan penelusuran telah dilakukan usai temuan itu ramai disorot publik. Hasilnya, perusahaan menemukan adanya pemasok yang menyalurkan produk distribusi khusus ke outlet ritel, padahal produk tersebut tidak diperuntukkan untuk dijual bebas.

“Kami sudah melakukan penelusuran ke toko tersebut, stok susu sekolah tersebut telah diturunkan dari rak dan tidak dijual kembali. Pihak pemasok yang menjual susu sekolah ke outlet tersebut sudah kami stop pengirimannya dan tidak akan diberikan pasokan susu sekolah di masa mendatang,” kata Helina saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (2/4/2026).

Langkah itu, menurut Helina, menjadi bentuk komitmen perusahaan menjaga integritas distribusi, terutama untuk produk yang terhubung dengan program sosial pemerintah. Ultrajaya menegaskan jalur distribusi “Susu Sekolah” memang dirancang khusus agar penyaluran melalui dapur MBG tetap tepat sasaran.

Karena itu, segala bentuk penyimpangan distribusi, termasuk penjualan di kanal ritel umum seperti minimarket, disebut tidak bisa ditoleransi. Perusahaan juga memastikan pengawasan rantai distribusi akan diperketat agar kasus serupa tidak terulang.

“Ke depan, Ultrajaya memastikan akan memperketat pengawasan terhadap rantai distribusi guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,” demikian penegasan perusahaan.

Sebelumnya, produk “Susu Sekolah” MBG menjadi sorotan setelah foto kemasan beredar di media sosial. Dalam unggahan netizen, susu kemasan 125 mililiter itu terlihat dijual di minimarket dengan harga sekitar Rp4.000 per kemasan atau sekitar Rp138.000 per dus, meski pada kemasan tertera keterangan bahwa produk tersebut tidak untuk diperjualbelikan.

Salah satu warganet dalam utasannya di Threads mengaku terkejut melihat produk itu masuk ke rak ritel. Ia menyoroti label pada kemasan yang secara jelas menyebut “SUSU GRATIS PROGRAM MBG” dan “TIDAK UNTUK DIPERJUALBELIKAN”.

Sebelum memastikan sanksi, pihak Ultrajaya sempat menyatakan masih melakukan pengecekan lapangan untuk melacak titik penjualan dan pihak yang diduga menyalahgunakan distribusi. Saat itu, Corporate Secretary PT Ultrajaya Herlina Widayana menyebut tim internal sedang fokus melakukan tracing terhadap lokasi penjualan dan kemungkinan adanya oknum dalam rantai pasok.

“Tim kami sedang melakukan pengecekan,” ujar Herlina kepada detikcom, Kamis (2/4/2026).

Ia juga menegaskan sejak awal bahwa penjualan produk tersebut seharusnya tidak terjadi karena peruntukannya sudah jelas. “Seharusnya tidak terjadi, karena peruntukannya jelas tidak untuk diperjualbelikan,” kata dia.

Kasus ini muncul di tengah perhatian publik terhadap tata kelola distribusi program MBG. Seperti diberitakan detikcom, temuan “Susu Sekolah” di minimarket memicu pertanyaan soal pengawasan penyaluran produk yang semestinya hanya disalurkan lewat skema distribusi khusus untuk mendukung program makan bergizi gratis.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *