Lebong – Tower telekomunikasi yang dibangun di Desa Suka Negri, Kecamatan Topos, Kabupaten Lebong, telah rampung secara fisik. Bangunan menjulang itu bahkan sudah dilengkapi pagar pengaman. Namun hingga kini, tower tersebut belum juga diaktifkan, sehingga belum memberi manfaat apa pun bagi masyarakat.
Kondisi ini memunculkan kekecewaan warga yang sejak awal menaruh harapan besar terhadap keberadaan tower tersebut. Mereka berharap tower bisa menjadi solusi atas sulitnya akses komunikasi dan internet di wilayah yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan sinyal lemah.
“Kalau tidak salah pengerjaannya itu sekitar bulan Februari atau Maret 2025. Tapi sampai sekarang belum ada laporan perkembangan dari pihak Telkomsel setelah meminta tanda tangan persetujuan dari Pjs Kades waktu itu,” kata Kepala Desa Suka Negri, Benny Nophian, saat dimintai keterangan, Sabtu (30/8/25).
Mangkraknya tower itu menimbulkan pertanyaan besar, mengapa pembangunan dapat diselesaikan, tetapi pemanfaatannya tak kunjung berjalan? Kondisi ini juga menimbulkan kesan pemborosan anggaran serta lemahnya koordinasi antara pihak terkait.
Masyarakat berharap pihak berwenang, khususnya penyedia layanan telekomunikasi, segera mempercepat proses aktivasi tower tersebut. Mereka khawatir, jika tidak ada tindak lanjut, bangunan itu hanya akan menjadi “monumen besi” tanpa fungsi, sementara kebutuhan warga akan jaringan telekomunikasi tetap tidak terjawab.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi pihak Telkomsel untuk meminta kejelasan terkait penyebab belum beroperasinya tower telekomunikasi di Suka Negri.





