Rejang Lebong – Markas Besar TNI Angkatan Darat (TNI AD) menyiapkan pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Proyek ini menjadi bagian dari program strategis nasional yang tak hanya ditujukan memperkuat pertahanan negara, tetapi juga mengoptimalkan pemanfaatan wilayah darat agar berdampak ekonomi bagi masyarakat.
Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Agung Lewis Oktorada mengatakan, pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang diproyeksikan menjadi markas batalyon pada akhir Maret 2026. Peninjauan itu dilakukan sebagai bagian dari tahapan awal persiapan pembangunan.
“Pembangunan Yonif TP merupakan bagian dari program strategis nasional dalam rangka pertahanan negara sekaligus optimalisasi wilayah darat,” kata Agung di Rejang Lebong, Sabtu, seperti dikutip dari Antara Bengkulu.
Menurut dia, Yonif TP memiliki karakteristik berbeda dibanding satuan tempur pada umumnya. Selain memperkuat pertahanan, keberadaan batalyon ini juga diarahkan untuk mendukung pemanfaatan lahan tidur agar bisa memberi nilai ekonomi dan manfaat langsung bagi warga di sekitar lokasi.
Agung menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari target pemerintah pusat untuk membentuk 500 batalyon dalam lima tahun ke depan. Dari target itu, rata-rata 100 batalyon direncanakan dibangun setiap tahun di berbagai daerah di Indonesia.
Untuk wilayah teritorial Kodim 0409/Rejang Lebong, markas Yonif TP akan dipusatkan di Kabupaten Kepahiang. Lahan yang disiapkan mencapai 50 hektare dan merupakan bekas Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Trisula Ulung Mega Surya (TUMS).
“Kami sudah melakukan peninjauan lahan. Di atas lahan tersebut akan dibangun perkantoran, asrama, serta sarana prasarana pendukung lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, Yonif TP di Kepahiang nantinya akan diperkuat sekitar 600 personel. Saat ini, personel tersebut masih menjalani pendidikan dan diperkirakan dalam tiga bulan ke depan mulai ditempatkan di wilayah Kepahiang.
Sebagai bagian dari persiapan fisik, TNI AD juga telah melakukan pemasangan patok di lokasi pembangunan. Langkah ini menandai keseriusan percepatan realisasi markas batalyon yang masuk dalam agenda strategis pemerintah pusat.
Sementara itu, di wilayah lain di Bengkulu, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin juga melakukan peninjauan terhadap pembangunan batalyon serupa. Sjafrie bersama Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita mengunjungi Kabupaten Seluma pada Rabu, 1 April 2026.
Kedatangan rombongan disambut Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Danrem 041/Garuda Emas Brigjen TNI Rachmad Zulkarnaen, Bupati Seluma Teddy Rahman, Dandim 0425/Seluma Letkol Kav Yuliansyah, serta Danyon TP 891/MS Letkol Inf Nuzul Andri Sujatmiko.
Setibanya di Seluma, Menhan Sjafrie langsung menuju Balai Adat Seluma yang saat ini difungsikan sebagai markas sementara Yon TP 891/MS. Di lokasi itu, ia langsung menggelar rapat tertutup bersama jajaran terkait untuk membahas progres pembangunan batalyon.
Bupati Seluma Teddy Rahman menegaskan, kunjungan Menhan bertujuan meninjau langsung perkembangan pembangunan Yon TP 891/MS di daerahnya. “Dalam rangka meninjau pembangunan Batalyon 891/TP,” kata Teddy.
Ia juga menyebut kunjungan tersebut menjadi kehormatan bagi pemerintah daerah. Menurut Teddy, kehadiran Menteri Pertahanan dan jajaran TNI di Seluma sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi daerah kepada pemerintah pusat.
Dengan dimulainya persiapan di Kepahiang dan peninjauan langsung Menhan di Seluma, Provinsi Bengkulu kini masuk dalam peta penting pengembangan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan. Program ini diproyeksikan tidak hanya memperkuat pertahanan, tetapi juga membuka ruang pengembangan ekonomi berbasis wilayah.





