Bengkulu – Pihak TK Dharma Wanita Persatuan Provinsi Bengkulu menyoroti kondisi jalan rusak di kawasan Taman Remaja, tepat di area akses menuju sekolah, yang dinilai membahayakan keselamatan siswa dan orang tua.
Kepala TK Dharma Wanita, Yuniar Gusni, mengatakan kerusakan jalan di lokasi tersebut sudah berlangsung lama dengan kondisi berlubang besar dan sering tertutup genangan air, sehingga sulit terlihat oleh pengendara.

“Jalannya sangat memprihatinkan. Sudah beberapa kali wali murid terjatuh saat mengantar anak karena lubang tertutup air,” ujar Yuniar, Minggu (12/4/2026).
Ia menegaskan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di TK tersebut, meskipun fasilitas dan kualitas pendidikan dinilai sudah memadai.
“Banyak yang awalnya mau mendaftar, tapi karena akses jalannya seperti itu jadi berpikir ulang,” katanya.
Selain jalan rusak, minimnya penerangan di kawasan Taman Remaja juga menjadi sorotan. Yuniar menyebut kondisi gelap pada malam hari meningkatkan risiko keamanan, bahkan telah terjadi beberapa kali pencurian di lingkungan sekolah.
“Kalau lampu tidak menyala, kondisinya gelap sekali,” ungkapnya.
Ketua Yayasan Bunga Melur, Amelisa, turut meminta perhatian pemerintah daerah agar segera melakukan perbaikan, mengingat lokasi tersebut berada di dalam kota dan menjadi jalur aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Lobangnya sudah sangat besar dan dalam. Apalagi saat hujan, akses ke sekolah jadi makin berbahaya,” ujar Amelisa.
Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi penerangan jalan di kawasan tersebut, mengingat kondisi lingkungan yang rindang dengan pepohonan membuat area menjadi rawan saat gelap.
“Kadang terang, kadang gelap. Ini tentu berisiko bagi siapa saja yang melintas,” katanya.
Pihak sekolah berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan dan penerangan di kawasan Taman Remaja demi menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat, khususnya anak-anak usia dini.





