Tim Macan Linggau Peringatkan Terduga Pembunuh Mahasiswa
Tim Macan Linggau Peringatkan Terduga Pembunuh Mahasiswa - Foto Dok 86Police

Tim Macan Linggau Peringatkan Terduga Pembunuh Mahasiswa

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Tim Macan Linggau memberikan peringatan tegas kepada penjual seblak asal Cianjur, Jawa Barat, dengan inisial D, untuk segera menyerahkan diri. Ancaman ini disampaikan setelah kediaman tersangka D digrebek oleh Tim Macan Linggau. Kasat Reskrim menyatakan bahwa jika tersangka tidak menyerahkan diri, tindakan tegas akan diambil terhadapnya.

Pertimbangan serius ini muncul karena D diduga terlibat dalam pembunuhan seorang mahasiswa di Lubuklinggau. Kasat Reskrim mengingatkan keluarga tersangka agar kooperatif dan segera menginformasikan keberadaan D atau menyerahkannya ke polisi. Ancaman ini bertujuan untuk menekan tersangka agar segera menghadapi proses hukum.

Kepulangan tersangka D ke Cianjur dari Lubuklinggau telah diketahui oleh Tim Macan Linggau, yang mengambil tindakan tegas dengan menggerebek kediamannya. Koordinasi telah dilakukan dengan Polres Cianjur dan Polsek setempat untuk memastikan tidak ada ruang bagi tersangka untuk melarikan diri.

Dalam konteks yang sama, keluarga korban, Frengki Saputra, juga berbagi cerita tentang anak mereka. Mereka mengungkapkan bahwa Frengki adalah seorang anak yang bertanggung jawab dan baik. Ia kuliah sambil bekerja, menunjukkan kedewasaan dalam kehidupannya.

Ayah almarhum, Suprianto, menceritakan komunikasi terakhirnya dengan anaknya pada Selasa, 5 September 2023, malam sebelum Frengki ditemukan meninggal dunia. Frengki berencana pulang ke rumah untuk mengambil sepatu sebelum melakukan perjalanan ke Bali. Sayangnya, Frengki tidak pernah kembali, dan keluarganya mengira ia sibuk dengan kuliahnya.

Namun, tragedi terungkap saat jenazah Frengki ditemukan dalam kondisi membusuk di kontrakan di Lubuklinggau. Pelakunya diduga penjual seblak asal Cianjur, Dede Nurkholik, yang kabur setelah kejadian. Motif serta keberadaan Dede saat ini masih menjadi perhatian dalam penyelidikan yang tengah berlangsung.

Tragedi mengerikan mengguncang Lubuklinggau ketika jenazah mahasiswa bernama Frengki Saputra ditemukan dalam kondisi membusuk di sebuah kontrakan. Kejadian ini menciptakan keguncangan mendalam di komunitas dan keluarga korban.

Frengki Saputra, seorang mahasiswa STAI Bumi Silampari Lubuklinggau, berusia 24 tahun, ditemukan dalam keadaan mengerikan di kontrakan di Jalan Sejahtera, RT 02, Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan. Kejadian tragis ini terjadi pada Jumat, 8 September 2023, sekitar pukul 07.30 WIB.

Dugaan awal adalah bahwa Frengki Saputra menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh seorang penjual seblak asal Cianjur, Jawa Barat, dengan inisial Dede Nurkholik. Pasalnya, sepeda motor dan uang milik korban telah raib.

Pihak berwenang, termasuk Tim Macan Linggau, segera memulai penyelidikan intensif untuk mengungkap kebenaran di balik kejadian ini. Tim Macan Linggau telah menggereked kediaman tersangka Dede Nurkholik, namun, tersangka telah kabur.

Keluarga korban Frengki Saputra terkejut dan diliputi kesedihan yang mendalam oleh tragedi ini. Ibu korban, Inti Sari, menggambarkan anaknya sebagai individu yang bertanggung jawab dan baik. Frengki berusaha menjalani kuliah sambil bekerja untuk tidak memberatkan orang tuanya, yang bekerja sebagai buruh tani.

Pihak keluarga berharap agar pelaku pembunuhan segera ditangkap dan diadili sesuai dengan hukum. Mereka ingin keadilan diupayakan untuk anak mereka yang tidak bersalah. Kesedihan dan kehilangan yang mendalam tidak bisa diukur, tetapi keluarga berharap bahwa pelaku akan mendapat hukuman yang setimpal dengan kejahatannya.

Tragedi ini menciptakan kejutan dan keprihatinan di masyarakat Lubuklinggau, yang ingin melihat keadilan terwujud dan kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan. Penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap semua fakta terkait kasus ini dan mengambil tindakan hukum yang sesuai.
Keluarga korban berharap agar pelaku segera ditangkap dan diadili sesuai dengan hukum. Kasus ini menciptakan duka mendalam bagi keluarga korban dan membangkitkan keinginan untuk keadilan.

Tim Macan Linggau terus berusaha mengungkap fakta dalam kasus ini dan memastikan bahwa pelaku tidak lepas dari hukuman atas perbuatannya. Proses hukum akan mengungkapkan kebenaran dan memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *