Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Panglima Pastikan Santunan Rp1,8 Miliar Cair
Tiga prajurit TNI gugur dalam misi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL). Pangkat ketiga prajurit dinaikkan dan keluarganya diberikan santunan. (dok TNI AD)

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Panglima Pastikan Santunan Rp1,8 Miliar Cair

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Jakarta – Panglima TNI Jenderal Agus Subianto memastikan seluruh hak tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) akan dipenuhi, termasuk santunan tunai, kenaikan pangkat anumerta, hingga penghargaan internasional atas pengabdian mereka.

Tiga prajurit yang gugur masing-masing Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Ketiganya meninggal dalam rangkaian insiden terpisah saat bertugas di wilayah Lebanon selatan.

Dalam keterangan yang disampaikan melalui Pusat Penerangan TNI, Rabu (1/4), Agus menegaskan keluarga para prajurit akan menerima santunan sebagai bentuk pemenuhan hak negara terhadap personel yang gugur dalam operasi militer selain perang.

“Selain santunan tunai, ketiga prajurit gugur juga mendapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Operasi Militer Selain Perang Anumerta (KPLB OMSPA), penghargaan Medal ‘Dag Hammarskjold’,” kata Agus.

Nilai santunan yang diterima masing-masing keluarga mencapai lebih dari Rp1,8 miliar. Keluarga Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar akan menerima Rp1.894.688.236, keluarga Sertu Muhammad Nur Ikhwan Rp1.846.309.049, dan keluarga Praka Farizal Rhomadhon Rp1.854.075.205.

Santunan tersebut terdiri atas sejumlah komponen, antara lain tabungan asuransi, santunan risiko kematian khusus, beasiswa untuk dua anak, santunan kematian dari PBB, dana watzah, TWP AD, personal accident, serta santunan gugur dari perbankan.

Selain dana santunan, keluarga juga akan menerima gaji terusan selama 12 bulan. Komponen gaji itu meliputi gaji pokok, uang lauk pauk (ULP), dan tunjangan jabatan, yang selanjutnya akan dilanjutkan dengan pembayaran pensiun janda setelah masa gaji terusan berakhir.

Insiden pertama menimpa Praka Farizal Rhomadhon yang dilaporkan tewas pada Minggu (29/3) setelah proyektil meledak di dekat salah satu posisi kontingen Pasukan Perdamaian di sekitar Desa Adchit al-Qusayr, Lebanon selatan.

Sehari kemudian, Senin (30/3), Perserikatan Bangsa-Bangsa kembali mengonfirmasi dua prajurit TNI lainnya meninggal dunia setelah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL. Dalam peristiwa di dekat Bani Hayyan, Lebanon selatan, dua prajurit lain juga dilaporkan mengalami luka-luka.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya turut menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit tersebut. Melalui unggahan di akun Instagram resminya, Selasa (31/3), Prabowo menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan memberikan penghormatan atas pengabdian para prajurit dalam misi perdamaian dunia.

“Innalillahi waina ilaihi rajiun, turut berdukacita atas gugurnya Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadon saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah,” ujar Prabowo.

Ia menegaskan pengabdian ketiga prajurit menjadi bukti keberanian dan dedikasi TNI dalam menjaga perdamaian dunia, sekaligus membawa nama Indonesia di panggung internasional. Di tengah duka itu, pemerintah dan TNI memastikan penghormatan serta hak keluarga para prajurit tetap diberikan penuh.

Gambar Gravatar
Wartawan yang menaruh perhatian pada berita daerah dan nasional, perkembangan lokal, dengan fokus pada penyajian informasi yang faktual, terverifikasi, dan dekat dengan kebutuhan pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *