Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Panglima Pastikan Santunan Rp1,8 Miliar Cair
Tiga prajurit TNI gugur dalam misi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL). Pangkat ketiga prajurit dinaikkan dan keluarganya diberikan santunan. (dok TNI AD)

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Jenazah Dijadwalkan Tiba di RI Akhir Pekan

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

JakartaKementerian Pertahanan memastikan pemulangan jenazah tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon tengah diproses. Jika tidak ada hambatan, jenazah ketiganya akan diberangkatkan ke Indonesia pada Jumat atau paling lambat Sabtu, 3–4 April 2026.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan kepastian jadwal masih menunggu ketersediaan penerbangan dari Lebanon yang saat ini terbatas. Kondisi itu membuat proses pemulangan belum bisa dipastikan secara final.

“Pemberangkatan kemungkinan kalau nggak hari Jumat, akan dilaksanakan hari Sabtu,” kata Rico, Kamis (2/4/2026), seperti dikutip dari Antara.

Saat ini, jenazah ketiga prajurit TNI tersebut berada di Rumah Sakit Saida, Lebanon. Rico menyebut seluruh jenazah dalam kondisi aman dan sedang menjalani proses pemulasaraan sebelum dipulangkan ke Tanah Air.

“Saat ini sudah berada di Rumah Sakit Saida yang berada di Lebanon dan sedang pemulasaraan jenazah yang rencananya dikembalikan ke tanah air,” ujarnya.

Ketiga prajurit yang gugur merupakan personel TNI yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) sepanjang Maret 2026. Kabar duka itu sebelumnya menjadi perhatian luas karena mereka meninggal dalam dua insiden berbeda saat menjalankan tugas di wilayah Lebanon selatan.

Berdasarkan data TNI, prajurit yang gugur adalah Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar. Nama-nama tersebut diumumkan setelah rangkaian insiden yang menewaskan personel kontingen Indonesia di area misi perdamaian.

Farizal Rhomadhon dilaporkan meninggal dunia akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3). Sementara itu, dua prajurit lainnya, Muhammad Nur Ichwan dan Zulmi Aditya Iskandar, gugur akibat ledakan kendaraan di dekat Bani Haiyyan pada Senin (30/3).

Duka atas gugurnya personel TNI di Lebanon juga memicu respons dari berbagai pihak. Seperti diberitakan detik, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa menjatuhkan sanksi kepada Israel, sementara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengajak seluruh kekuatan politik bersatu menyikapi insiden tersebut.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan masih memusatkan perhatian pada proses pemulangan jenazah agar dapat segera tiba di Indonesia dan diserahkan kepada keluarga. Keterbatasan penerbangan dari Lebanon menjadi faktor utama yang menentukan waktu kepulangan ketiga prajurit tersebut.

Gambar Gravatar
Wartawan yang menaruh perhatian pada berita daerah dan nasional, perkembangan lokal, dengan fokus pada penyajian informasi yang faktual, terverifikasi, dan dekat dengan kebutuhan pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *