Jakarta – Kabar mengenai tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tidak cair 100% tahun ini semakin santer terdengar. Isu ini mencuat seiring dengan kebijakan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang tengah diterapkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta agar kepastian pencairan THR dan gaji ke-13 PNS ditanyakan langsung kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
“Dari segi perusahaan, saya sudah berbicara dengan Menteri Ketenagakerjaan. Menteri Ketenagakerjaan akan mempersiapkan (THR untuk pegawai swasta). Sementara itu, untuk ASN, tanyakan langsung ke Bu Menteri Keuangan,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/2/2025).
Menunggu Kepastian dari Pemerintah
Airlangga juga menyebut bahwa pemerintah tengah melakukan persiapan untuk mengumumkan kepastian terkait THR dan gaji ke-13 PNS. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci apakah pengumuman tersebut akan membawa kabar baik atau sebaliknya bagi para abdi negara.
“Persiapan sudah ada, saya rasa itu saja yang saya jawab. Persiapan to be announced,” katanya.
Isu mengenai ketidakpastian pencairan THR dan gaji ke-13 ini membuat banyak PNS merasa khawatir. Kabar ini semakin ramai diperbincangkan di media sosial, termasuk melalui unggahan meme yang menyindir situasi tersebut.
Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo menargetkan penghematan APBN 2025 sebesar Rp 306,69 triliun. Penghematan ini mencakup pemangkasan anggaran belanja kementerian/lembaga sebesar Rp 256,1 triliun dan dana transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp 50,59 triliun.
Dengan adanya kebijakan efisiensi besar-besaran ini, keputusan terkait THR dan gaji ke-13 PNS masih menunggu pengumuman resmi dari pemerintah.




