Teknik Modifikasi Cuaca Terus Dilakukan di Sumatera Selatan
Teknik Modifikasi Cuaca Terus Dilakukan di Sumatera Selatan - Foto Dok RMOL Sumsel

Teknik Modifikasi Cuaca Terus Dilakukan di Sumatera Selatan

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Hasil ini memberikan harapan bagi masyarakat Sumsel yang telah lama menghadapi permasalahan kekeringan. Curah hujan yang kembali turun telah mengurangi titik hotspot, yang merupakan indikator kebakaran hutan dan lahan yang sering muncul selama musim kemarau. Selain itu, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di kota Palembang juga mengalami penurunan, menciptakan udara yang lebih bersih dan sehat bagi warga.

Iqbal juga menambahkan bahwa pemerintah Sumsel akan terus melanjutkan upaya TMC dengan menjalankannya tiga kali sehari. Namun, frekuensi pelaksanaan TMC akan disesuaikan dengan potensi awan hujan yang ada. Langkah ini diambil untuk memaksimalkan hasil dari modifikasi cuaca dan memastikan wilayah Sumsel mendapatkan pasokan air yang cukup.

Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus dilakukan secara intensif, melibatkan berbagai instansi dan teknik yang berbeda. Selain Teknik Modifikasi Cuaca (TMC), kolaborasi melibatkan personel dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Manggala Agni dalam tindakan pencegahan dan pemadaman.

Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana, menjelaskan bahwa pelaksanaan TMC akan tergantung pada potensi awan hujan yang ada. “Tergantung potensi seperti yang saya sebutkan tadi, kadang-kadang maksimal tiga kali sehari, tergantung awan hujan,” tambahnya. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah Sumsel akan mengambil tindakan sesuai dengan faktor-faktor cuaca yang ada untuk memaksimalkan efektivitas TMC.

Namun, karhutla di Sumsel tidak hanya ditangani dengan TMC. Iqbal menekankan bahwa upaya penanggulangan karhutla telah melibatkan personel dari TNI, Polri, BPBD, dan Manggala Agni dalam tindakan penebangan di titik-titik rawan karhutla. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran kebakaran hutan dan lahan yang sering muncul selama musim kemarau.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *