Salah satu tantangan dalam pengelolaan air bersih adalah pemborosan dan tingginya biaya produksi. Dengan Water Kiosk, upaya pengelolaan air di Kota Bengkulu akan semakin efisien, karena teknologi ini mampu menghasilkan air yang bisa diminum secara langsung dari air mentah. Sisa air yang dihasilkan juga merupakan air bersih yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan lainnya, seperti irigasi, pembersihan, atau industri.
President dan Co-Founder Swiss Green Projects, Bajoe Wibowo, mengungkapkan pandangannya tentang inisiatif pengelolaan sampah dan air di Kota Bengkulu. Dalam wawancara terbarunya, Bajoe Wibowo menggambarkan bagaimana permasalahan sampah dan air adalah dua masalah yang saling terkait dan perlu segera diatasi.
“Sampah dan air adalah dua hal yang berhubungan erat. Ketika terjadi hujan, air hujan yang mengalir ke tumpukan sampah dapat mencemari sumber-sumber air,” ungkap Bajoe Wibowo. Ini adalah tantangan serius yang dihadapi oleh banyak kota, termasuk Kota Bengkulu.
Bajoe Wibowo juga menyampaikan harapannya terkait dengan penerapan teknologi pengelolaan sampah dan air yang sedang dipertimbangkan di Kota Bengkulu. Ia berharap bahwa program ini dapat diimplementasikan secepatnya, karena ia melihat potensi besar dalam hal peningkatan perekonomian masyarakat dan pengurangan tingkat pengangguran di kota ini.
“Kami menunggu dari pihak pemkot, harapan kita bisa berbuat lebih untuk Indonesia, khususnya di Kota Bengkulu, karena lingkungan dan kesinambungan alam harus tetap terjadi,” tambahnya. Bajoe Wibowo menekankan pentingnya menjaga alam dan lingkungan bagi generasi masa depan. Dengan menerapkan teknologi yang ramah lingkungan, seperti yang ditawarkan oleh Swiss Green Projects, diharapkan akan membantu menciptakan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan.
Penulis : Affif Dwi As’ari
Editor : Affif Dwi As’ari





