Pemerintah Kota Bengkulu berencana meluncurkan program inovatif yang diharapkan akan meresapi berbagai masalah sampah yang telah lama dihadapi oleh kota ini. Program tersebut, yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan sampah secara berkelanjutan, juga diharapkan akan memberikan nilai ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu, Riduan, program ini akan menjawab tantangan serius dalam pengelolaan sampah yang mencapai 400 ton per hari. “Sampah kita per hari di angka 400 ton dan ini memerlukan penanganan yang cepat, agar sampah yang dihasilkan dapat diolah ke sesuatu yang bernilai ekonomi,” ungkap Riduan.
Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang saat ini sudah penuh, tetapi juga untuk menciptakan peluang ekonomi bagi warga kota. Dengan pendekatan berbasis nilai ekonomi, diharapkan sampah dapat diubah menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan, misalnya melalui daur ulang atau pengolahan menjadi produk yang memiliki nilai jual.
Pemerintah Kota Bengkulu telah merencanakan penggunaan teknologi terbaru dalam upaya meningkatkan produksi air bersih sambil mengurangi biaya produksi. Teknologi inovatif yang dikenal dengan nama “Water Kiosk” diharapkan dapat membantu mengatasi tantangan pengelolaan air di kota ini.
Direktur Tirta Hidayah Kota Bengkulu, Samsu Bahari, menjelaskan lebih lanjut tentang teknologi Water Kiosk yang akan diterapkan. “Teknologi tersebut bernama Water Kiosk, teknologi produksi air bersih yang canggih. Saya contohkan, dapat menyaring dan memproses 100 persen air yang masuk, dengan hasil 40 persen dapat diminum secara langsung dan 60 persen berupa air bersih,” ujarnya.





