Lebong – Jalan longsor di kawasan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, yang terjadi setahun lalu hingga kini belum juga diperbaiki. Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Suprisman, mendesak pemerintah provinsi segera mengambil langkah konkret untuk menuntaskan masalah tersebut.
Putra asli Bumi Swarang Patang Stumang itu menilai kerusakan jalan cukup parah. Ia bahkan mengingatkan bahwa beberapa pejabat pemerintah pernah berjanji untuk memperbaikinya.
“Itu sudah dianggarkan. Tapi saya minta Pemprov Bengkulu segera bertindak agar arus lalu lintas kembali lancar,” ujar mantan Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu ini.
Longsor tersebut dipicu hujan deras pada Minggu malam, yang menyebabkan badan jalan ambrol. Peristiwa serupa juga terjadi pada 15 April, saat jalur itu mengalami longsor dan banjir. Pemprov Bengkulu sempat melakukan penanganan darurat sejak hari pertama kejadian pada Minggu (19/5), termasuk pelebaran jalan dan pembersihan material longsor.
“Masyarakat Lebong tetap bersabar. Semoga Pemprov Bengkulu segera menuntaskan persoalan ini,” tambah Suprisman.
Sebelumnya, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan telah meninjau langsung lokasi longsor di Jalan Lintas Curup–Lebong, tepatnya di Kelurahan Rimbo Pengadang, Kecamatan Rimbo Pengadang, pada Minggu (16/3/2025).
Helmi menegaskan, perbaikan jalan harus diprioritaskan demi kelancaran mobilitas warga. Ia menyebutkan bahwa anggaran sebesar Rp200 miliar telah dialokasikan untuk pembangunan jalur tersebut.
“Dari hasil penyisiran anggaran kemarin, sekitar Rp200 miliar kita fokuskan untuk membangun jalan ini. Tahun ini juga, jalur lintas Curup–Lebong harus selesai. Ini soal keselamatan dan mobilitas antar kabupaten. Jalan adalah urusan kita,” tegasnya.





