Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu tak tinggal diam. Setelah resmi menerima pengelolaan Pantai Panjang dari Pemerintah Provinsi, Wali Kota Dedy Wahyudi langsung tancap gas menata ulang ikon wisata andalan Kota Bengkulu itu. Komitmennya jelas, menjadikan Pantai Panjang destinasi unggulan yang nyaman, terang, dan tertib, bukan hanya untuk warga lokal, tapi juga wisatawan luar.
“Pantai Panjang ini potensi besar. Tapi sayang, kalau dibiarkan kotor dan gelap. Saya ingin kawasan ini bersih, rapi, dan jadi kebanggaan kita semua,” tegas Dedy, Jumat (11/4/2025).
Langkah Nyata Dimulai
Sebagai langkah awal, Pemkot melalui Dinas Perhubungan akan memasang lampu penerangan jalan di sepanjang jalur utama pantai. Selama ini, area tersebut dikenal gelap dan rawan saat malam hari.
“Pemasangan lampu jalan mulai digarap 20 April mendatang. Saat ini masih dalam tahap perencanaan teknis oleh konsultan,” ungkap Kepala Dishub Kota Bengkulu, Hendri Kurniawan.
Tak hanya soal penerangan, Dedy juga turun langsung ke lapangan bersama Forkopimda. Mereka menyisir area dari Pasir Putih hingga Pantai Zakat, membersihkan sampah dan menindak aktivitas yang merusak estetika kawasan.
Salah satu sorotan utama adalah penertiban warung remang-remang. Dedy menegaskan penataan dilakukan dengan pendekatan yang tegas namun tetap humanis.
“Kita ingin Pantai Panjang jadi ruang publik yang nyaman untuk semua kalangan, terutama keluarga. Ini wajah kota kita, mari jaga sama-sama,” katanya.
Butuh Peran Aktif Masyarakat
Dedy juga mengingatkan pentingnya kesadaran warga untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, gotong royong dan aksi bersih-bersih tiap pekan tak akan berarti jika tidak dibarengi dengan kesadaran kolektif.
“Saya sering lihat pampers, celana dalam, dan sampah berserakan di pantai. Kalau seperti ini terus, bagaimana kita mau bersaing dengan destinasi lain? Ini tanggung jawab kita bersama,” ujarnya prihatin, Senin (14/4/25).
Ia menambahkan bahwa seluruh OPD telah dikerahkan untuk membersihkan kawasan sesuai kavling wilayah masing-masing, dengan dukungan penuh dari TNI, Polri, dan Pemprov Bengkulu.
Harapan untuk Masa Depan
Gerakan ini pun disambut positif oleh masyarakat. Banyak warga yang merasa optimistis Pantai Panjang akan kembali menjadi primadona wisata. Dedy berharap, perbaikan kawasan ini akan berdampak pada peningkatan ekonomi lokal melalui kunjungan wisatawan yang semakin meningkat.
“Kalau semua mendukung, Pantai Panjang bisa sejajar dengan destinasi nasional lainnya. Dari gelap jadi gemerlap, dari kumuh jadi bersih. Ini bukan mimpi—asal kita mau bergerak bersama,” tutup Dedy.





