Novian Mashuri mengungkapkan, “Kami baru menerima informasi tersebut pada siang kemarin dari laporan keluarga kepada kami.” Kabar ini memberikan pukulan berat bagi keluarga Sainul yang tengah berduka.
Sebelumnya, Sainul telah merasa sakit selama bekerja di Malaysia, dan kondisinya memburuk dengan cepat. Maka, dengan tekad untuk pulang ke Indonesia dan mendapatkan perawatan yang lebih baik, Sainul memutuskan untuk kembali ke tanah airnya. Namun, takdir berkata lain.
Dalam perjalanan pulang yang seharusnya menjadi momen pertemuan Sainul dengan keluarganya, takdir berkata lain. Sainul Seorang TKI Asal Bengkulu menghembuskan nafas terakhirnya sebelum tiba di Indonesia, meninggalkan keluarganya dalam keputusasaan dan kesedihan yang mendalam.
Keluarga dan kerabat Sainul di Kabupaten Bengkulu Utara berduka atas kepergian yang begitu mendadak ini. Semoga keluarga dapat menemukan kekuatan untuk menghadapi cobaan ini dan menerima dukungan dari masyarakat sekitar.
Kisah Sainul mengingatkan kita akan tantangan yang dihadapi oleh banyak TKI di luar negeri, terutama terkait dengan akses perawatan kesehatan yang memadai. Semoga kasus ini juga dapat menjadi peringatan bagi semua pihak untuk terus meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan para TKI yang bekerja jauh dari tanah air.





