Seorang Pelajar SMP N di Rejang Lebong Alami Perundungan oleh Kakak Kelas
Seorang Pelajar SMP N di Rejang Lebong Alami Perundungan oleh Kakak Kelas

Seorang Pelajar SMP N di Rejang Lebong Alami Perundungan oleh Kakak Kelas

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Rejang Lebong Bengkulu, Repoeblik – Fa, seorang pelajar berusia 13 tahun salah satu SMP N  di Rejang Lebong, Bengkulu, mengalami kesulitan bernafas setelah diduga dikeroyok oleh 10 kakak kelasnya. Kejadian tragis ini mengakibatkan bagian kepala belakang Fa mengalami memar dan kemerah-merahan.

Insiden tersebut terjadi pada hari Senin, 1 Oktober 2023, saat Fa sedang berada di dalam lingkungan sekolahnya. Fa diduga menjadi korban intimidasi oleh sekelompok siswa yang lebih tua. Mereka diduga mendekati Fa dengan maksud yang tidak baik dan menganiayanya secara fisik.

Kejadian tragis pengeroyokan yang menimpa seorang pelajar kelas VIII di SMP N  Rejang Lebong pada Sabtu (30/9/2023) siang masih menyisakan banyak tanda tanya. Pelajar tersebut dikeroyok oleh sekelompok kakak kelasnya yang berjumlah 10 orang. Yang menarik, antara korban dan para pelaku bahkan tidak saling mengenal.

Berdasarkan informasi yang dilangsir oleh TribunBengkulu, korban yang bernama Fa hanya mengenal dua orang dari para pelaku, dan itu pun hanya sebatas nama saja. Motif dari pengeroyokan ini masih menjadi misteri besar, karena tidak diketahui secara pasti apa yang menyebabkan serangan brutal tersebut.

Kepolisian setempat telah memulai penyelidikan terhadap kasus ini, dan pihak berwenang masih berusaha mengumpulkan informasi dari korban, saksi, serta para pelaku yang telah diidentifikasi. Hingga saat ini, belum ada pengungkapan resmi tentang penyebab pengeroyokan tersebut.

Korban, Fa, saat ini masih beristirahat untuk memulihkan diri pascainsiden. Fa telah menjalani visum untuk mendokumentasikan cedera yang dialaminya akibat pengeroyokan tersebut. Kondisi kesehatan Fa menjadi perhatian utama keluarganya, dan mereka berharap agar pelaku dapat diidentifikasi dan dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.

Keluarga korban, D (38), memberikan keterangan terperinci mengenai pengeroyokan yang menimpa putranya, Fa (13), saat hendak menaiki angkot di Kecamatan Selupu Rejang. Insiden ini mengguncang warga sekitar, karena seorang pelajar, inisial Fa menjadi korban kekerasan brutal yang dilakukan oleh beberapa kakak kelasnya.

Menurut D, Fa sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya ketika insiden tragis itu terjadi. Tidak ada tanda-tanda keributan atau permasalahan sebelumnya, pengeroyokan terjadi begitu saja. Fa tiba-tiba didorong, diinjak-injak, bahkan dipukuli menggunakan kayu oleh sekelompok kakak kelasnya.

“Dari saksi yang melihat tadi, itu langsung dikeroyok begitu saja, tidak ada keributan dahulu,” ujar D dengan nada prihatin. Dia juga mengungkapkan bahwa Fa, saat terjatuh, mengalami perlakuan kejam dengan diinjak-injak oleh para pelaku.

Salah satu indikasi kekejaman yang dialami Fa terlihat dari jaket yang dikenakannya, yang penuh dengan bekas sepatu yang menginjak-injaknya.

“Dijaketnya saja ada bekas sepatu yang menginjak-injaknya,” ungkap salah seorang anggota keluarga Fa. Jaket tersebut menjadi bukti fisik yang memperlihatkan seberapa brutalnya serangan yang dialami Fa.

Akibat pengeroyokan tersebut, Fa mengalami luka memar di kepala bagian belakang dan punggungnya. Luka-luka ini mengakibatkan Fa mengalami kesulitan bernafas dan kehilangan nafsu makan. Fa saat ini sedang beristirahat dan telah diberikan obat-obatan sesuai dengan rekomendasi dari dokter.

Sebelumnya, Fa dan keluarganya tidak mengetahui apa yang menjadi penyebab pengeroyokan tersebut. Baik Fa maupun saksi yang melihat kejadian tersebut tidak memiliki informasi yang jelas mengenai alasan di balik serangan yang terjadi begitu saja.

Pihak keluarga Fa berharap agar pelaku pengeroyokan ini dapat diberikan sanksi tegas sesuai dengan hukum yang berlaku. Mereka juga menyoroti pentingnya menjaga keamanan di lingkungan sekolah dan mendorong lembaga pendidikan untuk aktif dalam mencegah tindakan kekerasan terhadap siswa.

Kepolisian setempat terus bekerja keras untuk mengidentifikasi pelaku dan mengungkap motif di balik pengeroyokan tersebut. Kasus ini menjadi sorotan masyarakat dan mengingatkan akan perlunya upaya bersama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *