Seorang Kepala Dusun Diterkam Buaya Saat Mencari Ikan di Sungai Lesing
Seorang Kepala Dusun Diterkam Buaya Saat Mencari Ikan di Sungai Lesing - Foto Dok RmolSUMSEL

Seorang Kepala Dusun Diterkam Buaya Saat Mencari Ikan di Sungai Lesing

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Seorang Kepala Dusun (Kadus) di Desa Sadarkarya, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, bernama Jariyanto, menjadi korban serangan buaya saat sedang mencari ikan dengan cara menembak di Sungai Lesing pada Kamis (14/9/2023) sore.

Korban Seorang Kepala Dusun  Jariyanto, mengalami luka parah akibat diterkam buaya. Ia segera dilarikan ke sebuah klinik di Desa Q2 Wonorejo, Kecamatan Tugumulyo, untuk mendapatkan perawatan medis.

Kepala Dusun (Kadus) Desa Sadarkarya, Hardianto, mengonfirmasi kejadian tragis ini melalui pesan WhatsApp. Ia menjelaskan bahwa korban mengalami luka bekas gigitan buaya di kepala dan tangan, namun, beruntungnya korban selamat dari insiden mengerikan ini. “Alhamdulillah korban selamat, dan saat ini sudah dibawa pulang, korban juga sudah sadar dan bisa bercerita,” kata Hardianto pada Jumat (15/9/2023).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 hingga 16.30 WIB di Dusun 7 Desa Sadarkarya Kecamatan Purwodadi. Saat itu, korban hendak masuk ke sungai untuk menembak ikan. Namun, hanya setengah badannya yang telah masuk ke air, dan tangan satunya masih berpegangan pada sebatang kayu.

“Ketika dia menoleh ke kiri, tiba-tiba ada mulut buaya yang muncul. Korban langsung diterkam oleh buaya tersebut,” ungkap Hardianto. Dia juga mencatat bahwa ketika diterkam buaya, korban sempat teriak ‘Allahuakbar’, dan buaya akhirnya melepaskan gigitannya.

Korban segera dibawa oleh rekan-rekannya ke Klinik di Desa Wonorejo Kecamatan Tugumulyo untuk mendapatkan perawatan medis. Luka-luka yang dialaminya cukup serius, terutama di bagian kepala dan tangan yang memerlukan jahitan.

Dijelaskan oleh Hardianto bahwa Jariyanto, korban dalam kejadian ini, memang mencari ikan dengan cara menembak dan sudah mengetahui bahwa sungai tersebut adalah habitat buaya. Bahkan, ia sering berenang di dekat buaya sebelumnya.

“Dia adalah seorang pencari ikan dan terbiasa dengan risiko berada di sekitar buaya. Namun, kali ini, buaya yang menyerangnya adalah jenis katak,” tambah Hardianto.

Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya yang mungkin mengintai di lingkungan alam liar, bahkan bagi mereka yang terbiasa dengan risiko seperti Jariyanto. Semoga Jariyanto segera pulih dan semangatnya untuk mencari ikan tetap terjaga.

Kejadian serangan buaya yang menimpa seorang Kepala Dusun (Kadus) di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, menjadi pengingat akan bahaya yang mungkin mengintai di lingkungan alam liar. Insiden ini memicu perhatian terhadap risiko yang terkait dengan aktivitas di daerah yang merupakan habitat hewan-hewan liar, termasuk buaya.

Pada Kamis (14/9/2023) sore, Jariyanto, seorang Kadus di Desa Sadarkarya, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Musi Rawas, mengalami serangan buaya saat mencari ikan dengan cara menembak di Sungai Lesing. Meskipun terbiasa dengan risiko yang ada di lingkungannya, korban tidak dapat menghindari insiden mengerikan ini.

Kejadian ini mengingatkan kita bahwa alam liar adalah tempat yang penuh dengan ancaman yang harus diwaspadai. Habitat alam liar adalah rumah bagi berbagai jenis makhluk hidup, termasuk buaya, yang memiliki potensi bahaya jika manusia memasuki wilayah mereka.

Walaupun aktivitas seperti berburu, memancing, atau mencari ikan adalah bagian dari kehidupan sehari-hari bagi beberapa orang di daerah ini, penting untuk selalu mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan. Ini termasuk memahami habitat dan perilaku hewan liar yang ada di sekitar kita, seperti buaya, serta mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri sendiri.

Kejadian serangan buaya ini juga menyoroti pentingnya kesadaran dan edukasi tentang cara berinteraksi dengan alam liar. Seringkali, kesadaran akan risiko yang mungkin terjadi dapat menghindarkan tragedi serupa. Melalui edukasi dan informasi, kita dapat meminimalkan risiko dan melindungi diri kita sendiri saat berada di alam liar.

Kita berharap agar Jariyanto, korban dari serangan buaya ini, dapat pulih dengan cepat dan semangatnya untuk menjalani kehidupan sehari-hari tetap kuat. Insiden ini mengingatkan kita untuk selalu waspada dan menghargai alam liar sambil menjaga keselamatan diri kita sendiri.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *