Sembilan Desa di Bengkulu Terima Alat Pengelolaan Sampah
Sembilan Desa di Bengkulu Terima Alat Pengelolaan Sampah - Foto Dok TV Desa News

Sembilan Desa di Bengkulu Terima Alat Pengelolaan Sampah

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Penetapan sembilan desa sebagai kampung SAMANIH berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati, yang menegaskan pencapaian signifikan dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Hal ini menjadi bukti komitmen serius Pemerintah Kabupaten Mukomuko dalam upaya penyusunan dokumen sanitasi strategis kabupaten, yang dikoordinasikan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Bengkulu (DPPW) Provinsi Bengkulu.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Penelitian Daerah Kabupaten Mukomuko, Gianto, menyampaikan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari kerja keras dan kerjasama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait. “Sebanyak sembilan desa ini telah memanfaatkan alat dan bangunan TPS3R untuk mengatasi sampah yang berada di wilayahnya masing-masing,” kata Gianto.

Keberadaan kampung SAMANIH di daerah ini mencerminkan tekad pemerintah dalam meningkatkan sanitasi, kesehatan masyarakat, dan lingkungan hidup yang bersih dan berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan visi dan misi pembangunan Kabupaten Mukomuko, yang bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih baik dan memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat.

Sebanyak desa-desa di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, telah diangkat sebagai “pilot project” dalam pengelolaan sanitasi, dengan harapan agar desa-desa lainnya dapat mencontoh langkah-langkah positif yang telah diambil oleh 9 desa tersebut. Hal ini menjadi awal dari upaya pemerintah daerah untuk mendorong perbaikan sanitasi dan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Penelitian Daerah Kabupaten Mukomuko, Gianto, menjelaskan bahwa desa-desa yang telah ditetapkan sebagai kampung SAMANIH sekarang menjadi contoh nyata tentang bagaimana pengelolaan sampah dan sanitasi dapat ditingkatkan. “Selain sembilan desa ini, dimungkinkan nanti desa lain bisa menjadi kampung SAMANIH karena syarat utamanya adalah urusan domestik rumah tangga yang bersih dan rapi serta memiliki alat dan bangunan TPS3R,” kata Gianto.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *