Selain Rugikan Pedagang Kecil, Ini Alasan Wali Kota Bengkulu Stop Izin Baru Indomaret dan Alfamart
Selain Rugikan Pedagang Kecil, Ini Alasan Wali Kota Bengkulu Stop Izin Baru Indomaret dan Alfamart

Selain Rugikan Pedagang Kecil, Ini Alasan Wali Kota Bengkulu Stop Izin Baru Indomaret dan Alfamart

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengambil langkah berani dengan menghentikan sementara penerbitan izin baru bagi minimarket modern seperti Indomaret dan Alfamart di wilayahnya. Langkah ini bukan tanpa alasan. Selain dinilai mematikan usaha warung kecil, kontribusi kedua jaringan ritel besar itu terhadap pendapatan daerah juga dinilai sangat minim.

“Memang mereka bayar pajak dan retribusi parkir, tapi nilainya tidak masuk akal,” tegas Dedy, Jumat (25/4/25). Ia menambahkan, tidak akan menyebutkan angka pasti agar tidak memicu pro-kontra di tengah publik. “Tapi yang jelas, kontribusinya tidak sebanding dengan dampaknya terhadap pedagang kecil,” tambahnya.

Meski begitu, Dedy menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bengkulu tetap terbuka terhadap investor. Namun, ia menekankan bahwa investasi yang masuk harus memberi manfaat nyata untuk daerah.

“Silakan berinvestasi, tapi jangan hanya ambil untung. Daerah juga harus merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Sebelum menetapkan kebijakan ini, Dedy sempat bertemu langsung dengan pihak Kementerian Investasi/BKPM RI. Dalam audiensi bersama Direktur Pelayanan Perizinan Berusaha Sektor Non Industri, Rahardjo Siswohartono, Pemkot Bengkulu mendapat dukungan penuh atas langkah yang diambil.

Dedy mengaku banyak menerima laporan dari warga soal tutupnya warung-warung kecil akibat persaingan yang tidak seimbang dengan ritel modern yang kian menjamur.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap ekonomi kerakyatan, Pemkot memutuskan untuk tidak mengeluarkan izin baru bagi pendirian gerai Indomaret dan Alfamart dalam waktu dekat.

“Pemerintah tidak tinggal diam. Kami hadir dan berpihak pada kaum kecil,” tegasnya.

Langkah ini diharapkan bisa membuka ruang bagi UMKM dan warung tradisional untuk kembali tumbuh, serta menciptakan iklim usaha yang lebih berkeadilan di Kota Bengkulu.

Gambar Gravatar
Wartawan berita daerah yang konsisten mengikuti perkembangan isu regional, kebijakan pemerintah setempat, serta berbagai peristiwa penting di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *