Lubuklinggau – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lubuklinggau, H. Trisko Defriyansa, membantah keras tuduhan bahwa acara syukuran yang diadakan di rumah dinasnya di Kelurahan Keputraan merupakan ajang kampanye terselubung. Acara tersebut, yang digelar untuk merayakan sejumlah pencapaian pribadi dan keluarga, murni merupakan syukuran, bukan bagian dari kegiatan politik.
Trisko menegaskan bahwa acara syukuran itu memiliki tiga tujuan utama: merayakan berakhirnya masa jabatannya sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Lubuklinggau, syukur atas diterimanya sang putri di perguruan tinggi negeri, serta peresmian rumah dinas Sekda yang baru ditempatinya. Ia dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada agenda politik dalam acara tersebut.
“Ini murni syukuran. Kami mengundang semua lapisan masyarakat tanpa pandang bulu, termasuk Forkompimda dan tokoh masyarakat. Tidak ada unsur politik di sini,” kata Trisko, Rabu (25/9/2024), menanggapi kabar yang menyebut acara tersebut sebagai kampanye terselubung.
Trisko juga menjelaskan bahwa selama menjabat sebagai Pj Wali Kota, ia fokus pada tugas-tugas penting yang diarahkan langsung oleh Presiden dan menteri terkait, seperti pengendalian inflasi, penurunan angka stunting, dan pengentasan kemiskinan. Pencapaian dalam bidang-bidang tersebut menjadi dasar rasa syukur yang ia ungkapkan dalam acara tersebut.
Acara syukuran ini turut dihadiri berbagai elemen masyarakat, termasuk pelaku UMKM lokal. Namun, spekulasi muncul setelah foto-foto acara beredar di media sosial, menimbulkan anggapan bahwa partisipasi UMKM adalah bagian dari kampanye. Trisko menegaskan, partisipasi UMKM hanyalah bentuk kebersamaan dan tidak memiliki motif politik.
“Saat tamu ingin berfoto atau menyanyi, istri saya menghormati permintaan mereka. Itu bagian dari menghargai tamu, bukan berarti ada muatan kampanye di dalamnya,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Trisko kembali menegaskan bahwa acara syukuran itu tidak memiliki kaitan dengan politik, apalagi kampanye. Ia juga menekankan bahwa kehadiran pejabat tinggi dan Forkompimda menunjukkan bahwa acara tersebut benar-benar bersifat sosial.
“Dalam logika sederhana, kalau ini kampanye terselubung, pejabat tinggi tidak mungkin ikut serta,” tegasnya.
Trisko berharap klarifikasi ini dapat menghilangkan pandangan negatif yang muncul terkait acara syukurannya dan meminta masyarakat untuk melihatnya dari perspektif yang lebih obyektif dan luas.




