RSHD Bengkulu Terapkan KRIS, Pasien Dapat Fasilitas dan Layanan Setara Tanpa Kelas
RSHD Bengkulu Terapkan KRIS, Pasien Dapat Fasilitas dan Layanan Setara Tanpa Kelas

RSHD Bengkulu Terapkan KRIS, Pasien Dapat Fasilitas dan Layanan Setara Tanpa Kelas

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Komitmen Pemerintah Kota Bengkulu dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kembali dibuktikan. Kali ini, Rumah Sakit Umum Daerah Harapan dan Doa (RSHD) menghadirkan tiga fasilitas baru yang langsung diresmikan oleh Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing.

Tiga fasilitas tersebut adalah Ruang Madinah, Instalasi Patologi Anatomi, dan Poli Paru. Ketiganya dirancang untuk menjawab kebutuhan layanan medis yang kian berkembang dan memberikan pelayanan yang lebih prima kepada masyarakat.

“Kita ingin pastikan setiap warga Kota Bengkulu mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik, cepat, dan manusiawi,” tegas Dedy dalam sambutannya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran RSUD HD atas kerja keras dan inovasi yang dilakukan.

Direktur RSHD, Lista Cerlyviera, menjelaskan bahwa seluruh fasilitas baru telah dipersiapkan dengan matang, baik dari sisi SDM, infrastruktur, hingga sistem layanan digital. Khusus Ruang Madinah, layanan yang diterapkan mengacu pada sistem Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

Apa itu KRIS?

KRIS adalah sistem layanan rawat inap yang menggantikan sistem kelas 1, 2, dan 3. Ini bertujuan agar semua pasien mendapatkan fasilitas dan layanan yang setara, tanpa membedakan kelas sosial.

Berikut rincian layanan KRIS di RSHD:

  1. Ruang Madinah: untuk pasien stroke, saraf, dan penyakit dalam
  2. Ruang Mina: untuk pasien anak
  3. Ruang Raudhah: khusus pasien paru dan penyakit infeksi
  4. Ruang Safa: untuk pasien PBI (Penerima Bantuan Iuran) penyakit dalam
  5. Ruang Marwah: untuk pasien bedah

Tidak hanya itu, hadirnya Instalasi Patologi Anatomi akan memperkuat kemampuan diagnostik rumah sakit dalam mendeteksi berbagai penyakit secara akurat. Sedangkan Poli Paru menjadi solusi atas tingginya kasus penyakit pernapasan seperti TBC dan paru obstruktif kronik.

Dengan pengembangan ini, RSHD mempertegas posisinya sebagai rumah sakit rujukan utama di Kota Bengkulu dan terus berupaya memberikan layanan yang humanis dan berkualitas.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *