Ribuan Warga Enggano Terisolir, Kapal Tak Kunjung Datang

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Pulau Enggano, Bengkulu – Lebih dari 4.000 jiwa masyarakat adat di Pulau Enggano kini menghadapi ancaman keterisoliran total akibat terhentinya transportasi kapal selama lebih dari dua pekan. Tidak ada pasokan bahan pokok, bahan bakar, maupun pengiriman hasil panen. Warga pun menjerit.

“Kami benar-benar terisolir. Bahan pokok mulai habis, BBM kosong, hasil pertanian tak bisa dijual. Ini bukan krisis biasa, ini darurat!” kata Mulyadi Kauno, Ketua AMAN Enggano, dalam press release, Rabu (9/4/25).

Milson Kaitora, Paabuki atau Kepala Suku di Enggano, menyoroti lambannya respon pemerintah terhadap pendangkalan Pelabuhan Pulau Baai – jalur utama menuju Enggano. “Masalah pelabuhan sudah bertahun-tahun. Kenapa tidak diantisipasi? Kini kami yang jadi korban,” tegasnya.

Harga Naik, Sekolah Terganggu, Harapan Menipis

Dampak mulai terasa di dapur rumah tangga. Windi Aprilia, seorang perempuan adat, menyebut harga bawang kini Rp70 ribu/kg, minyak goreng Rp26 ribu/liter, dan telur nyaris tak tersedia.

“Kalau ini terus berlanjut sampai sebulan, perempuan-perempuan di sini akan sangat kesulitan menyambung hidup,” ucapnya lirih.

Tak hanya kebutuhan pokok, dunia pendidikan juga terganggu. Banyak siswa dan guru terjebak di Kota Bengkulu dan tak bisa kembali ke pulau. Bahkan, Sonia Agustin, mahasiswi Poltekkes Bengkulu, gagal berangkat untuk menyelesaikan skripsi. “Saya seharusnya masuk kuliah 8 April. Tapi kapal tak ada. Saya mohon perhatian pemerintah,” katanya.

AMAN: Harus Ada Mitigasi Darurat Sekarang!

Fahmi Arisandi, Ketua Harian AMAN Bengkulu, mendesak pemerintah bertindak cepat. “Pendangkalan pelabuhan seharusnya diimbangi mitigasi yang konkret. Rakyat Enggano bergantung penuh pada kapal. Kalau tak segera ditangani, ini bisa menjadi bencana kemanusiaan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa transportasi udara belum memadai, sementara kebutuhan pokok, layanan pendidikan dan kesehatan di Enggano masih sepenuhnya bertumpu pada transportasi laut.

“Jangan anggap enteng. Ribuan orang di Enggano kini dalam situasi hidup darurat. Tindakan cepat bukan pilihan lagi, tapi keharusan!” tutup Fahmi Arisandi.

Narahubung:

M. Alfath – AMAN BENGKULU

HP/WA: +62 831-8163-8588

Website: www.bengkulu.aman.or.id

Instagram: @aman.bengkulu

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *