Gubernur Bengkulu Helmi Hasan saat diwawancarai langsung di Balai Raya Semarak Provinsi Bengkulu, Minggu (1/3/26).
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan saat diwawancarai langsung di Balai Raya Semarak Provinsi Bengkulu, Minggu (1/3/26). (foto:anto)

Retreat Merah Putih Nasrani Digelar 2 Maret, Gubernur Dorong Penguatan Iman

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Retreat Merah Putih Nasrani dijadwalkan berlangsung pada Senin, 2 Maret 2026, sebagai bagian dari langkah Pemerintah Provinsi Bengkulu memperluas pembinaan spiritual lintas agama. Program ini digagas untuk menjawab berbagai persoalan sosial yang dinilai berakar pada melemahnya hubungan umat dengan ajaran dan rumah ibadah masing-masing.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menilai berbagai persoalan seperti kenakalan remaja, konflik rumah tangga hingga perceraian tidak lepas dari kondisi spiritual masyarakat. Ia menegaskan Retreat Merah Putih menjadi upaya strategis untuk menguatkan kembali fondasi keimanan, termasuk melalui pelaksanaan Retreat Merah Putih Nasrani bagi umat Kristiani di daerah tersebut.

“Saya lihat semua masalah-masalah itu, masalah remaja, masalah rumah tangga, masalah perceraian, pertengkaran dan segala macamnya itu penyebab utamanya cuma satu yaitu lemahnya iman, lemahnya hubungan kita dengan tuhan tergantung kepercayaan kita masing-masing, lemahnya hubungan dengan tokoh-tokoh agama dan rumah ibadah,” kata Helmi Hasan di Balai Raya Semarak Provinsi Bengkulu, Minggu (1/3/26).

Menurutnya, solusi yang ditawarkan pemerintah daerah bukan dalam bentuk intervensi ajaran, melainkan memfasilitasi ruang pembinaan sesuai keyakinan masing-masing umat beragama.

“Retret Merah Putih ini kita ingin agar setiap umat beragama kembali ke rumah ibadah masing-masing, kembali memperkuat keyakinan masing-masing, dengan harapan semua akan berubah. Yang tadinya gelap akan bercahaya, yang tadinya kusut akan normal kembali, kenakalan akan menjadi persahabatan, pertengkaran akan menjadi perdamaian, perpisahan rumah tangga akan menjadi persatuan,” ungkap Helmi Hasan.

Ia memastikan program tersebut tidak hanya ditujukan bagi umat Islam. Setelah pelaksanaan untuk peserta Muslim, giliran umat Kristiani akan mengikuti Retreat Merah Putih Nasrani dengan metode yang disesuaikan ajaran gereja masing-masing.

“Tidak hanya Islam tentunya, islam sudah melaksanakan Retret Merah Putih. Terus agama lain bagaimana ? Nah besok Seni 2 Maret 2026 akan ada Retret Merah Putih khusus nasrani, soal bagaimana metodologinya kita serahkan kepada masing-masing agama sesuai keyakinanya karena pemerintah tidak bisa intervensi, begitu juga nanti hindu, budha, konghucu. Ini agar di Provinsi Bengkulu ada kenyamanan supaya umat beragama ini beribadah dan ada hubungan positif antar umat beragama,” tutup Helmi Hasan.

Sebelumnya, program serupa telah berjalan dalam beberapa angkatan. Retreat Merah Putih Angkatan VII resmi ditutup pada Ahad, 25 Januari 2026, di Masjid Al-Anshor, Sukarami, setelah peserta menjalani pembinaan spiritual selama tiga hari.

Penutupan dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, Steering Committee Retreat Merah Putih Ustaz Saeed Kamyabi, serta Amir Markaz Bengkulu Haji Syahril Zainudin. Keterlibatan unsur pemerintah dan tokoh agama disebut sebagai bentuk kolaborasi dalam penguatan karakter aparatur.

Dalam kesempatan tersebut, Herwan Antoni menegaskan program ini dirancang berkelanjutan dan tidak terbatas pada aparatur sipil negara.

“Program ini bukan hanya untuk ASN, tetapi insyāAllah juga akan diikuti oleh seluruh PPPK, seluruh instansi pemerintahan, hingga ke seluruh kabupaten dan kota,” ujar Herwan Antoni.

Amir Markaz Bengkulu Haji Syahril Zainudin turut mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi sikap selepas kegiatan berakhir.

“Jagalah keistikamahan dan tunjukkan akhlak yang baik kepada keluarga serta tetangga. Di situlah nilai retreat ini benar-benar diuji,” pesannya.

Sejumlah peserta mengaku memperoleh pengalaman reflektif selama mengikuti kegiatan tersebut dan berharap durasi pembinaan dapat diperpanjang pada pelaksanaan berikutnya.

Program Retreat Merah Putih juga sebelumnya disambangi langsung oleh Gubernur saat kegiatan subuh di Masjid Nurul Islam, Kelurahan Anggut Bawah, pada 3 Januari 2026. Dalam kunjungan itu, ia menekankan pentingnya hijrah dan penguatan iman sebagai fondasi perubahan.

“Seperti yang dicontohkan oleh Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat radiallahu ‘anhum, hijrah adalah fondasi perubahan. Dari sanalah iman tumbuh dan kebajikan mengalir,” ujar Gubernur Helmi Hasan.

Ketua Kelompok 5, drg. Edriwan Mansyur, menyampaikan dampak pembinaan yang dirasakan peserta dari Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu.

“Retreat Merah Putih ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Peserta menjadi lebih semangat beramal, banyak ilmu yang didapat, dan banyak sunah yang dipelajari,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan refleksi pribadi selama mengikuti kegiatan tersebut.

“Sejak ikut kegiatan ini mulai terpikir bahwa kita sebagai umat bertuhan tidak boleh egois, hanya mengharap kebaikan untuk diri sendiri dan keluarga. Tetapi juga harus memikirkan bagaimana seluruh umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bisa masuk surga,” ujarnya dengan nada haru.

Dengan perluasan pelaksanaan termasuk melalui Retreat Merah Putih Nasrani, pemerintah daerah berharap penguatan spiritual lintas agama dapat menciptakan suasana harmonis dan memperkuat integritas aparatur serta masyarakat di Provinsi Bengkulu.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *