Relokasi pedagang kuliner PTM resmi berjalan setelah 16 pedagang yang sebelumnya berjualan di badan Jalan KZ Abidin I mulai menempati auning yang disiapkan Pemerintah Kota Bengkulu di Pasar Tradisional Modern (PTM), Selasa siang (2/3/25).
Relokasi pedagang kuliner PTM resmi berjalan setelah 16 pedagang yang sebelumnya berjualan di badan Jalan KZ Abidin I mulai menempati auning yang disiapkan Pemerintah Kota Bengkulu di Pasar Tradisional Modern (PTM), Selasa siang (2/3/25).(foto:anto)

Relokasi Pedagang Kuliner PTM Tuntas, KZ Abidin I Kini Lebih Lapang

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Relokasi pedagang kuliner PTM resmi berjalan setelah 16 pedagang yang sebelumnya berjualan di badan Jalan KZ Abidin I mulai menempati auning yang disiapkan Pemerintah Kota Bengkulu di Pasar Tradisional Modern (PTM), Selasa siang (2/3/25).

Pemindahan dilakukan secara mandiri oleh para pedagang, dengan dukungan personel Satpol PP Kota Bengkulu. Auning tersebut memang disiapkan khusus untuk menampung pedagang kuliner agar tidak lagi berjualan di fasilitas umum.

Proses relokasi pedagang kuliner PTM ini dipantau langsung oleh Kasat Pol PP Sahat Marulitua Situmorang. Turut hadir Plt Kadis Perindag Alex Periansyah, Staf Ahli Walikota Deddy Apriyanto dan Lia Kamalia, serta Plt Kadis Lingkungan Hidup Afriyenita.

Alex menegaskan, hari itu menjadi batas akhir bagi 16 pedagang untuk memindahkan lapak mereka ke lokasi yang telah difasilitasi pemerintah di dalam PTM.

“Ini sudah batas waktunya, bahwa memang tidak boleh lagi ada pedagang kaki lima yang berjualan bukan pada tempatnya. Hari ini mereka relokasi mandiri sejumlah, ada 16 PKL, sudah kita sediakan tempatnya di dalam PTM,” jelas Alex.

Ia menambahkan, sebelum auning rampung sepenuhnya, pemerintah masih memberikan toleransi agar pedagang dapat membongkar lapak secara bertahap.

“Alhamdulillah mereka (pedagang) relokasi mandiri, kita hanya membantu, dari rekan-rekan Satpol PP dan dinas LH,” ujar Alex.

Kasat Pol PP Sahat Marulitua Situmorang menegaskan kehadiran aparat bukan untuk menekan, melainkan membantu kelancaran proses relokasi pedagang kuliner PTM.

“Kalau Satpol PP ini kan dimana saja baik pekerjaan yang enak, maupun yang tak enak harus ada. Jadi kehadiran kami ini untuk membantu ya, karena ini wujud keberpihakan pemerintah kota, keberpihakan Bapak Walikota Bengkulu, Dedy Wayudi kepada pedagang kaki lima,” kata Sahat.

Menurutnya, pemerintah kota berupaya menata ruang publik agar dapat dimanfaatkan bersama tanpa mengesampingkan kepentingan pedagang yang membutuhkan tempat usaha layak.

Di lokasi yang sama, Dinas Lingkungan Hidup turut mengerahkan petugas kebersihan untuk membersihkan sisa bongkaran lapak. Dua unit truk disiapkan guna mengangkut puing-puing agar kawasan segera tertata.

Salah seorang pedagang, Sudarmaji (43), yang sebelumnya berjualan bakso dan mie ayam di tepi Jalan KZ Abidin I, mengaku bersyukur telah mendapatkan tempat di auning PTM.

“Selama ini saya jualan di jalan, saya akui memang salah. Kami sebenarnya memang mengharapkan hadirinya pemerintah yang memberikan solusi. Nah ini kami sudah diberi solusi, relokasi ke tampat yang sudah disiapkan. Terima kasih pemerintah, terima kasoh pak walikota,” tutur Sudarmaji.

Ia juga menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah daerah.

“Intinya kami dukung program pemerintah, kami dukung 100%. Apa pun kebijakan pemimpin, kami ikut,” kata Sudarmaji.

Setelah relokasi pedagang kuliner PTM dilakukan, kondisi Jalan KZ Abidin I kini terlihat lebih tertata dan bersih. Ruas jalan tampak lebih luas, terlebih sejak diberlakukannya sistem satu arah (one way).

Sugik (34), warga Kelurahan Pengantungan, merasakan dampak langsung penataan tersebut. Ia mengaku lalu lintas menuju pasar kini lebih lancar, terutama saat akhir pekan.

“Alhamdulillah bang, lah idak macet lagi jalan di siko sejak pesagang di pindah ke dalam PTM. Kalau sebelumnyo macet parah, apalagi hari Minggu. Sekarang sudah luas, rapi bersih. Terimo kasih pak walikota,” ujar Sugik.

Dengan tuntasnya relokasi pedagang kuliner PTM, pemerintah kota berharap penataan kawasan KZ Abidin I tetap terjaga dan aktivitas ekonomi pedagang berjalan lebih tertib.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *