Rejang Lebong Bidik Top 10 Nasional, Bappeda Ikuti Bimtek I-SIM 2025 untuk Dorong Pembangunan Berkelanjutan
Plt. Kepala Bappeda Rejang Lebong, Afreda Rotua Purba, S.Hut., M.Ling (foto: dok Pemkab Rejang Lebong)

Rejang Lebong Bidik Top 10 Nasional, Bappeda Ikuti Bimtek I-SIM 2025 untuk Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Rejang Lebong – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) 2025 secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (13/10/25).

Kegiatan yang merupakan lanjutan dari kickoff meeting pada 1 Oktober 2025 ini dipimpin oleh Plt. Kepala Bappeda Rejang Lebong, Afreda Rotua Purba, S.Hut., M.Ling., di Ruang Rapat Bappeda.

Afreda menjelaskan, kegiatan Bimtek ini memberikan pemahaman mendalam bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan mengenai pengukuran kinerja pembangunan berkelanjutan, pengelolaan data, serta kolaborasi untuk mencapai target SDGs. Peserta juga dilatih mengenai tata cara pengisian indikator pembangunan berbasis sistem PostGIS melalui situs resmi pelaporan pembangunan daerah.

Tujuh Manfaat Program I-SIM

Menurut Afreda, Program I-SIM menawarkan tujuh manfaat utama bagi pemerintah daerah, yaitu:

  1. Menjadi wadah pengungkapan data dan aksi untuk mengukur capaian SDGs.
  2. Memberikan acuan dan rekomendasi dalam penyusunan Rencana Strategis Daerah (RAD).
  3. Mengembangkan kapabilitas terhadap standar nasional dan global daerah berkelanjutan.
  4. Menjadi sarana berbagi pengalaman antar kota dan kabupaten.
  5. Memberikan rekognisi dan apresiasi bagi daerah berkelanjutan.
  6. Meningkatkan daya tarik ESG dan CSR/TJSL serta membuka peluang kolaborasi multipihak.
  7. Membantu peningkatan perekonomian daerah serta memperluas peluang investasi berkelanjutan.

Afreda menambahkan, hasil kegiatan Bimtek ini akan dirangkum oleh pihak I-SIM menjadi ringkasan capaian Rejang Lebong terhadap SDGs yang akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan berkelanjutan di daerah.

Targetkan Masuk 10 Besar Nasional

Dalam penilaian resmi, terdapat tiga kategori penghargaan yaitu piagam penghargaan untuk 15 kabupaten/kota terbaik, Piala I-SIM untuk 10 kabupaten/kota teratas, dan Piala Bappenas untuk 3 kabupaten/kota terbaik yang akan diundang ke Jakarta.

“Tetap optimis untuk mencapai top 10. Jajaran Bappeda dengan dukungan seluruh OPD di lingkungan Pemkab Rejang Lebong akan berupaya maksimal,” tegas Afreda.

Fokus pada Inovasi Pangan dan Gizi

Tahun ini, tema unggulan I-SIM mengusung inovasi pangan dan gizi, yang menekankan keberlanjutan sektor pangan sebagai prioritas utama dalam perencanaan pembangunan daerah. Pemerintah daerah diberi waktu dua minggu untuk menyempurnakan data sebelum penilaian resmi dimulai.

“Metodologi yang digunakan mengacu pada harmonisasi standar nasional dan internasional, termasuk Indikator Metadata II Bappenas, Global Reporting Initiative (GRI), Carbon Disclosure Project (CDP), dan Sustainable Development Solution Network (SDSN),” papar Afreda.

Melalui Program I-SIM 2025, Pemkab Rejang Lebong menegaskan komitmennya dalam memperkuat perencanaan pembangunan yang akurat, berorientasi keberlanjutan, serta selaras dengan kebijakan nasional dan target global SDGs.

Gambar Gravatar
Wartawan media digital yang berfokus pada peliputan berita daerah, isu sosial, serta dinamika lokal dengan mengutamakan fakta dan kredibilitas sumber informasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *