Bengkulu – Data terkait realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bengkulu yang disampaikan oleh calon Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, dalam pidato pengambilan nomor urut di KPU Provinsi Bengkulu, menjadi perbincangan hangat. Angka tersebut mendapat sorotan dari pihak lawan yang menuding bahwa Helmi Hasan menyebarkan informasi yang tidak akurat. Namun, Medio Yulistio, juru bicara pasangan calon Helmi Hasan-Mi’an, menegaskan bahwa data yang disampaikan oleh Helmi adalah benar.
“Apa yang disampaikan Pak Helmi Hasan akurat. Beliau menyampaikan data realisasi PAD, sedangkan yang dibahas Pak Rohidin adalah target tahunan. Ini dua hal yang berbeda,” ujar Medio dalam keterangannya pada Rabu (25/09/2024).
Medio menjelaskan, PAD Provinsi Bengkulu hingga akhir Agustus 2024 baru mencapai Rp 400 miliar atau 36,91% dari target tahunan sebesar Rp 1,05 triliun. “Ini adalah fakta bahwa pergerakan PAD kita hingga Agustus belum mencapai 40%, sedangkan tahun anggaran 2024 sudah memasuki kuartal ketiga,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa total pendapatan daerah Provinsi Bengkulu hingga awal September 2024 mencapai Rp 1,47 triliun atau 48,31% dari target Rp 3,05 triliun. Ketergantungan pada dana transfer pusat, menurut Medio, masih sangat tinggi, dengan realisasi dana perimbangan pusat mencapai Rp 1,08 triliun dari target Rp 1,99 triliun (54,32%).
“Pak Rohidin sebagai petahana harus transparan dengan memberikan data realisasi bulanan, bukan hanya target tahunan. Masyarakat berhak tahu perkembangan realisasi anggaran,” kata Medio.
Dalam penjelasannya, Medio juga mengkritisi penggunaan anggaran tahun 2024 yang dinilai tidak memprioritaskan kesejahteraan rakyat. Dari total APBD 2024 sebesar Rp 3,05 triliun, sekitar 76% atau Rp 2,3 triliun dihabiskan untuk belanja operasional, perjalanan dinas, dan publikasi. Sementara itu, belanja modal hanya dianggarkan sebesar Rp 408 miliar atau 13,08%, jauh dari rekomendasi pemerintah pusat yang menyarankan belanja modal sebesar 30%.
“Kami memastikan bahwa jika Helmi Hasan terpilih, APBD akan digunakan untuk program yang berpihak kepada kepentingan rakyat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Medio Yulistio.
Dengan data ini, pasangan Helmi Hasan-Mi’an berkomitmen untuk membawa perubahan dalam pengelolaan keuangan daerah agar lebih efisien dan bermanfaat bagi masyarakat Bengkulu.





