Lebong – Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan zaman yang semakin dinamis, kehadiran PT. Lebong Gaharu Persada menjadi angin segar bagi masyarakat Kabupaten Lebong. Perusahaan yang fokus pada pengolahan kayu gaharu ini bukan hanya membuka peluang usaha, tetapi juga memberdayakan ribuan pelaku ekonomi rumahan.
Dipimpin oleh Komisaris Teguh REP, S.H., PT. Lebong Gaharu Persada telah melibatkan masyarakat secara langsung, mulai dari pelatihan hingga tahap produksi gaharu berkualitas tinggi. Langkah ini terbukti mendorong peningkatan pendapatan warga, khususnya di sektor usaha kecil berbasis rumah tangga.
Pada Minggu (18/5), ratusan warga, baik pria maupun wanita, memadati kediaman Teguh di Desa Kampung Gandum, Kecamatan Lebong Utara. Mereka antusias mengikuti pelatihan teknik pengelolaan dan pengukiran kayu gaharu yang benar, demi menghasilkan produk berstandar ekspor.
Dalam sambutannya, Teguh menjelaskan bahwa kayu gaharu kini menjadi komoditas bernilai tinggi, terutama di pasar Timur Tengah.
“Kayu gaharu bisa dikatakan sudah menjadi kebutuhan pokok di Timur Tengah. Oleh karena itu, kegiatan ini insyaallah akan berkelanjutan dan berjangka panjang,” ungkapnya.
Teguh juga menegaskan bahwa PT. Lebong Gaharu Persada telah menjalin kontrak jangka panjang dengan sejumlah mitra bisnis di Timur Tengah, membuka jalan bagi masyarakat Lebong untuk terlibat dalam pasar ekspor.
“Kami optimis, program ini akan melahirkan ratusan hingga ribuan pelaku usaha rumahan baru, sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga di Kabupaten Lebong,” tambahnya.
Didirikan sejak 2022, PT. Lebong Gaharu Persada mulai melibatkan masyarakat dalam proses produksi sejak awal 2025. Harapannya, kegiatan ini tak sekadar menjadi sumber penghasilan, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Dengan kontribusi yang nyata, PT. Lebong Gaharu Persada membuktikan bahwa sektor swasta memiliki peran vital dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. Kabupaten Lebong pun kini selangkah lebih maju menuju kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.





