Seluma – Keberadaan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di Desa Padang Kuas, Kabupaten Seluma, tidak hanya menimbulkan keresahan warga, tetapi juga mengancam tumbuh kembang anak-anak yang hidup di bawah bayangannya.
Masa kecil yang seharusnya dipenuhi dengan keceriaan, permainan, dan interaksi sosial, justru berubah menjadi masa penuh ketakutan. Anak-anak enggan bermain di luar rumah karena khawatir dengan bahaya aliran listrik bertegangan tinggi yang melintas di atas pemukiman mereka.
Ayu Rahayu, dosen Sosiologi Universitas Muhammadiyah Bengkulu, menilai kondisi ini sangat berbahaya bagi kesehatan mental anak. “Dampaknya bukan hanya pada hilangnya masa bermain, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan mental jika situasi ini terus berlanjut,” ujarnya, Sabtu (30/8).
Menurut Ayu, persoalan tersebut merupakan krisis multidimensional. Ia menegaskan, masa usia dini, yang dikenal sebagai golden age, merupakan periode penting dalam pembangunan fondasi perkembangan anak, mulai dari kognitif, sosial-emosional, bahasa, motorik, hingga moral spiritual.
“Ketika masa ini terlalu banyak diisi dengan aktivitas pasif akibat keterbatasan ruang gerak, anak kehilangan peluang berharga untuk mengalami dunia nyata,” jelasnya.
Ia meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar anak-anak Desa Padang Kuas dapat tumbuh dalam rasa aman. “Anak adalah aset berharga yang diberikan Tuhan. Mereka seharusnya bermain, berinteraksi, dan tumbuh tanpa rasa takut, bukan hidup dalam bayang-bayang teror listrik tegangan tinggi,” tegas Ayu.





