Rejang Lebong – Nama Wakil Bupati Rejang Lebong Hendri menjadi sorotan publik setelah turut diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari.
Berdasarkan informasi yang disampaikan juru bicara KPK Budi Prasetyo, terdapat sembilan orang yang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan setelah operasi tangkap tangan yang dilakukan pada Senin (9/3/2026) malam.
“Dari sembilan orang yang dibawa ke Jakarta pagi ini, satu bupati, kemudian wakil bupati. Dan juga tiga orang lainnya dari ASN di wilayah Pemkab Rejang Lebong. Kemudian, empat orang lainnya adalah pihak swasta,” jelas Budi.
Dua pejabat daerah yang dimaksud adalah Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari dan Wakil Bupati Rejang Lebong Dr. H. Hendri, S.STP., M.Si. KPK menyebut penindakan tersebut berkaitan dengan dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, meski konstruksi perkara secara rinci masih menunggu penjelasan resmi dalam konferensi pers.
Di tengah sorotan tersebut, berikut profil singkat Wakil Bupati Rejang Lebong Hendri yang dikutip dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.
Profil Hendri
Dr. H. Hendri, S.STP., M.Si merupakan Wakil Bupati Rejang Lebong periode 2025–2029. Ia dilantik pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Jakarta.
Hendri dikenal sebagai birokrat yang memiliki latar belakang di bidang administrasi pemerintahan dan kebijakan publik. Dalam kepemimpinannya, ia memiliki komitmen untuk mendorong pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat pelayanan publik di Kabupaten Rejang Lebong.
Data Pribadi
- Nama: Dr. H. Hendri, S.STP., M.Si
- Tempat, Tanggal Lahir: Apur, 2 Februari 1985
- Jenis Kelamin: Laki-laki
- Agama: Islam
Riwayat Pendidikan
Hendri menempuh pendidikan dasar hingga menengah di beberapa daerah sebelum melanjutkan pendidikan pemerintahan.
- SD Negeri 37 Apur (1992–1998)
- Madinatul Hadid Cilegon (1998–2000)
- SMP Negeri 2 Belitar (2000–2001)
- SMKN 3 Lubuklinggau (2001–2003)
- SMA Plus Bina Satria Lubuklinggau (2003–2004)
- S1 Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (2004–2008)
- S2 Universitas Bengkulu (2008–2011)
- S3 Universitas Sriwijaya (2016–2019)
Riwayat Organisasi
Selain berkarier sebagai birokrat, Hendri juga aktif dalam sejumlah organisasi, di antaranya:
- Anggota KONI (2016–2020)
- Anggota IKAPTK Sumatera Selatan (2016–sekarang)
- Anggota IKAPTK Musi Rawas (2016–sekarang)
Pendidikan dan Pelatihan
Hendri juga mengikuti sejumlah pelatihan kepemimpinan aparatur negara, antara lain:
- Diklat Kepemimpinan Tingkat IV (2009)
- Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan I Tahun 2021
Selain itu, ia juga pernah mengikuti berbagai kursus dan konferensi internasional, termasuk kegiatan akademik di Thailand, Jepang, hingga Amerika Serikat.
Saat ini, KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap para pihak yang diamankan dalam OTT tersebut. Lembaga antirasuah memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak sebelum mengumumkannya secara resmi kepada publik.





