Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, memastikan bahwa produksi pangan nasional masih berada dalam kondisi baik, kendati terdampak oleh cuaca ekstrem El-Nino. Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan kerja di Indramayu, Jawa Barat.
“Jangan nanti kita terkondisikan ‘wah kelihatannya ngeri sekali’, enggak. Produksi masih baik, tetapi memang terganggu sedikit oleh super El-Nino,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Di Indramayu, Presiden Jokowi mencatat bahwa produksi panen masih berjalan baik berkat irigasi yang optimal. Dari 1 hektare lahan pertanian, petani di wilayah ini dapat menghasilkan sekitar 8 hingga 9 ton gabah, dengan rata-rata mencapai 8,6 ton per hektare. Keberhasilan ini membuat para petani gembira dengan harga gabah yang mereka terima, yang berkisar antara Rp7.300 hingga Rp7.400 per kilogram.
Meski begitu, Presiden Jokowi juga memperhatikan konsumen dalam pernyataannya. Ia mencatat bahwa sementara para petani merasa senang dengan harga gabah yang tinggi, konsumen mungkin merasa kurang puas.
Untuk mengendalikan harga beras di tingkat konsumen, Jokowi mengungkapkan bahwa beras yang disimpan di Perum Bulog harus segera didistribusikan ke pasar. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran sehingga masyarakat tetap dapat mengakses beras dengan harga yang terjangkau.





