Presiden Jokowi sangat menekankan pentingnya menjadikan demokrasi sebagai sarana untuk menciptakan solusi bagi berbagai tantangan dan masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Dia mengingatkan bahwa politik harus digunakan untuk menciptakan kesepakatan, memajukan pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan untuk menciptakan konflik yang merugikan.
Pernyataan Jokowi ini datang seiring dengan pernyataannya sebelumnya bahwa politik saat ini penuh dengan dramatisasi yang tidak selaras dengan tujuan sejati demokrasi. “Pertarungan demokrasi seharusnya diisi dengan kompetisi adu gagasan, bukan adu perasaan,” ujarnya. Jokowi mengingatkan bahwa dalam demokrasi, persaingan seharusnya melibatkan ide-ide yang bermanfaat bagi rakyat dan negara.
“Dalam beberapa tahun terakhir, saya melihat bahwa yang kita lihat adalah terlalu banyak dramanya, terlalu banyak drakornya, terlalu banyak sinetronnya, sinetron yang kita lihat. Mestinya kan pertarungan gagasan, mestinya kan pertarungan ide, bukan pertarungan perasaan. Kalau yang terjadi pertarungan perasaan repot semua kita. Tidak usah saya teruskan nanti kemana-mana,” tegas Jokowi.
Penulis : Affif Dwi As’ari
Editor : Affif Dwi As’ari




