Rejang Lebong – Komitmen Polres Rejang Lebong dalam menjaga kesehatan pelajar dibuktikan melalui pengelolaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari. Dapur MBG ini bukan sekadar tempat memasak, tetapi pusat pengolahan makanan sehat dengan standar ketat dan pengawasan menyeluruh setiap hari.
Kapolres Rejang Lebong, AKBP Florentus Situngkir, SIK MH, menegaskan bahwa pengawasan dilakukan sejak tahap awal penerimaan bahan makanan. Setiap bahan yang datang tidak langsung digunakan sebelum melalui pemeriksaan ketat dari tim Dokkes Polres.
“Pengawasan dimulai dari penerimaan bahan mentah, pengecekan suplier, hingga penyajian makanan. Semua harus sesuai SOP,” tegas Kapolres, Sabtu (4/10/25).
Apabila ditemukan bahan yang tidak layak konsumsi, petugas langsung mengembalikannya kepada pemasok untuk diganti dengan bahan baru yang memenuhi standar.
Setiap pagi pukul 06.00 WIB, tim Dokkes Polres Rejang Lebong telah siaga di dapur MBG. Mereka mengambil sampel makanan yang telah diolah untuk diuji menggunakan alat security food, yang berfungsi mendeteksi kandungan berbahaya agar makanan benar-benar aman dikonsumsi siswa.
Dua Jenis Pemeriksaan Diterapkan
Brigpol Rike Yusmintarsih dari Sidokkes Polres Rejang Lebong menjelaskan bahwa ada dua jenis pemeriksaan rutin yang dilakukan, yaitu pemeriksaan organoleptik dan kimia berbahaya.
“Pemeriksaan organoleptik dilakukan dengan panca indera untuk menilai bau, rasa, dan tekstur bahan makanan. Sedangkan pemeriksaan kimia berbahaya menguji kandungan sianida, arsenik, nitrit, formalin, hingga boraks,” jelas Brigpol Rike.
Ia menambahkan, jika hasil pemeriksaan negatif, makanan bisa langsung dibagikan. Namun, bila ditemukan hasil positif terhadap bahan berbahaya, distribusi makanan akan langsung dibatalkan dan dilaporkan.
Seluruh peralatan pengujian, lanjutnya, telah mengikuti standar Pusdokkes Polri serta arahan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Langkah ini menjadi jaminan bahwa proses pengawasan dilakukan secara profesional dan sesuai regulasi.
Keberhasilan dapur MBG Polri di bawah Yayasan Kemala Bhayangkari Rejang Lebong ini menjadi contoh nyata penerapan SOP ketat dan konsisten. Program tersebut tidak hanya menjamin siswa mendapatkan makanan bergizi, tetapi juga memastikan setiap sajian aman dari zat berbahaya yang dapat mengancam kesehatan.
Dengan pengawasan ketat dari hulu ke hilir, Polres Rejang Lebong menunjukkan keseriusannya menjaga keselamatan generasi muda. MBG menjadi bukti nyata kepedulian Polri terhadap masa depan anak bangsa melalui penyediaan makanan sehat dan layak konsumsi.





