Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Lubuklinggau, A Zainul Haq, dengan tegas meminta agar pelaku pembunuhan terhadap rekan mereka segera ditangkap. Rekan yang merupakan PMII Cabang Lubuklinggau menjadi korban kejam dalam peristiwa tragis ini adalah Frengki Saputra, seorang pemuda berusia 24 tahun yang berasal dari Desa Sukamaju, Kecamatan Sumberharta, Kabupaten Musi Rawas.
Pembunuhan yang mengguncang warga Lubuklinggau ini terjadi di sebuah rumah kontrakan di Jalan Sejahtera, RT.2, Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau. Terduga pelaku pembunuhan ini adalah seorang penjual seblak dengan inisial D, yang merupakan penduduk Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.
A Zainul Haq, Ketua PMII Cabang Lubuklinggau, dengan penuh kesedihan menjelaskan bahwa almarhum Frengki Saputra adalah seorang Kader PMII yang memiliki reputasi baik di mata sesama anggota organisasi tersebut. “Pembunuhan tersebut sangat sadis menurut kami, mengingat almarhum Frengki adalah sosok teman yang baik di mata kami sesama kader PMII Cabang Lubuklinggau,” ujarnya, sebagaimana dilaporkan oleh Linggaupos.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dengan belum tertangkapnya pelaku pembunuhan, hal ini akan memberikan dampak berat terutama bagi orang tua korban dan seluruh kader PMII. “Kami mengecam pembunuhan kader PMII ini. Kami berharap polisi segera menangkap dan mengusut tuntas kasus ini,” tambahnya dengan tegas.
Dengan penangkapan pelaku, menurut A Zainul Haq, bukan hanya akan mengurangi sedikit kesedihan keluarga korban, tetapi juga memberikan kepastian hukum yang sangat diperlukan bagi keluarga korban. Tim Macan Linggau, tim penyelidik yang menangani kasus ini, telah memberikan peringatan kepada penjual seblak inisial D, agar segera menyerahkan diri.
Ancaman ini disampaikan karena jika tersangka tidak segera menyerahkan diri, Tim Macan Linggau tidak akan segan-segan untuk mengambil tindakan tegas terhadapnya. Bahkan, kediaman tersangka D di Cianjur sudah digrebek oleh Tim Macan Linggau. Keluarga tersangka D juga diminta untuk bersikap kooperatif dan segera menginformasikan keberadaan tersangka atau menyerahkannya kepada pihak berwajib.
Kapolres Lubuklinggau, AKBP Indra Arya Yudha, melalui Kasat Reskrim AKP Robi Sugara, mengungkapkan, “Tersangka kami beri peringatan agar segera menyerahkan diri, atau akan ditindak tegas oleh Tim Macan Linggau.” Kasat Reskrim juga menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Cianjur dan Polsek setempat, sehingga tidak akan ada lagi peluang bagi tersangka untuk melarikan diri, dan saatnya akan segera tiba untuk menangkapnya.
Dalam suasana yang penuh kesedihan, Bapak almarhum Frenki Saputra, Suprianto, berbagi kenangan tentang anaknya. Ditemui di rumah duka pada Selasa, 12 September 2023, Suprianto mengungkapkan bahwa ia sama sekali tidak pernah menduga anaknya akan meninggal dunia. Namun, ia mengaku bahwa beberapa hari sebelum kematian tragis Frengki, ia memiliki mimpi yang mengganggu, di mana Frengki datang kepadanya mengenakan pakaian putih-putih.
Pengalaman mimpi ini ditambah dengan mimpi lainnya yang melibatkan buang air besar, yang menurut Suprianto adalah pertanda buruk. Suprianto juga berbagi bahwa ia sempat berkomunikasi dengan beberapa teman Frengki, dan menurut teman-temannya, pada malam Selasa, 5 September 2023, Frengki masih aktif menjual seblak.
Setelah itu, sepupunya yang kuliah di Bengkulu pulang ke kampung halaman, dan mereka berencana untuk bermain game online bersama. Namun, setelah pertemuan itu, tidak ada lagi komunikasi dengan Frengki. Suprianto menceritakan bahwa Frengki adalah anak tertua dalam keluarganya dan memiliki adik perempuan yang saat itu berada di tingkat IX SMA dan tingkat 1 SD.





