Pemprov Bengkulu Tegaskan Komitmen Tuntaskan Permasalahan Akses dan Logistik
Bengkulu – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfo) Provinsi Bengkulu, Miftarul Ilmi menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang akan berkantor secara bergiliran di Pulau Enggano bersama Wakil Gubernur Mian dan Bupati Bengkulu Utara, Ari Septia Adinata, Rabu (2/6/25).
Menurut Miftarul, kebijakan ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) No. 12 Tahun 2025 tentang Penanganan Keadaan Tertentu dan Percepatan Pembangunan Pulau Enggano.
“Ini bukan hanya simbolik, tapi bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat Enggano. Kami di Kominfo siap mendukung dari sisi komunikasi dan keterbukaan informasi publik,” ujar Miftarul Ilmi via WhatsApp.
Plt Kadis Kominfo menambahkan bahwa pihaknya siap memastikan informasi-informasi penting dari dan untuk masyarakat Enggano tersampaikan secara cepat dan akurat.
“Kami akan aktif mengoordinasikan penyebaran informasi lintas platform agar masyarakat tahu bahwa negara hadir untuk mereka,” ujar Miftarul.
Langkah ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah demi mempercepat pembangunan di wilayah terluar, termasuk dalam bidang konektivitas digital.
Sebelumnya, Gubernur Bengkulu sendiri telah mengatur jadwal rotasi agar tidak terjadi kekosongan pimpinan di ibu kota provinsi.
“Minggu pertama, Wagub akan berkantor di Enggano. Minggu kedua, Bupati Bengkulu Utara. Dan minggu ketiga, saya sendiri akan berkantor di sana,” tegas Helmi Hasan.
Sebagai langkah konkret, Gubernur telah menerbitkan SK Gubernur Nomor A.304.DISHUB Tahun 2025 tentang pembentukan Tim Koordinasi Penanggulangan Keadaan Tertentu Pulau Enggano dan Alur Pelabuhan Pulau Baai, yang diketuai oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu. Tim tersebut telah menggelar rapat perdana pada Jumat (27/6) dan membahas berbagai kebutuhan logistik dan ekonomi untuk warga Enggano.
Selain itu, Pemprov juga telah mendatangkan Kapal Orca dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mengangkut masyarakat dan hasil bumi dari Enggano ke Kota Bengkulu.
“Kapal itu tidak datang tiba-tiba. Kapal itu datang karena permintaan langsung dari Gubernur Bengkulu,” tegas Helmi.
Gubernur juga meminta Menteri BUMN untuk menugaskan Direktur Utama PT Pelindo agar turut berkantor di Enggano. Keberadaan pimpinan Pelindo dinilai krusial dalam mengawal proses pengerukan alur pelabuhan yang mengalami pendangkalan.





