Bengkulu – Untuk meningkatkan kualitas layanan darurat di Kota Bengkulu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bengkulu bekerja sama dengan PT. Digital Sandi Informasi (DSI) mengadakan bimbingan teknis (bimtek) untuk para Call Taker/Operator Call Center 112. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (24/7) di ruang Monitoring Center Dinas Kominfo ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para operator dalam menangani panggilan darurat.
General Manager Teknologi DSI, Aam Sofyan, menjadi narasumber pada kegiatan bimtek tersebut. Dalam pemaparannya, Aam menjelaskan alur kerja Call Center 112 dan pentingnya teknik yang tepat dalam menangani panggilan darurat dari masyarakat. “112 ini dirancang untuk memberikan respon cepat terhadap kondisi darurat yang dihadapi masyarakat. Oleh karena itu, call taker perlu memahami alur dan cara terbaik dalam merespons setiap panggilan,” ujar Aam.
Aam juga menambahkan bahwa salah satu indikator penting dalam menilai kualitas layanan adalah tingkat SLA (Service Level Agreement). “Semakin tinggi nilai SLA, maka semakin baik dan sempurna layanannya,” jelasnya. Saat ini, Call Center 112 Kota Bengkulu memiliki 16 call taker/operator dengan tingkat SLA sebesar 75% per hari.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bengkulu, melalui Kepala Bidang Penyelenggaraan E-Government Wiwik Rahayu, mengungkapkan bahwa bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan soft skills para call taker serta mengidentifikasi kekurangan yang perlu diminimalisir dalam layanan Call Center 112. “Pencapaian SLA yang baik adalah hal yang sangat kami perhatikan, karena SLA yang baik itu berada di atas 90%,” ujar Wiwik.
Diharapkan dengan adanya bimtek ini, kualitas layanan Call Center 112 di Kota Bengkulu semakin meningkat, sehingga masyarakat dapat lebih cepat mendapatkan respon dan bantuan dalam situasi darurat.





